Tebarkan Isu SARA, Paranormal Kondang Ki Gendeng Pamungkas Ditangkap Polisi

777
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Tebarkan Isu SARA, Paranormal Kondang Ki Gendeng Pamungkas Ditangkap Polisi – Sungguh menggemparkan dunia supranatural. Pada selasa malam, tanggal 9 Mei 2017 polisi menangkap seorang paranormal kondang di Indonesia, Ki Gendeng Pamungkas. Dukun santet yang dikenal ampuh dalam ilmu ghaib ini ditangkap aparat berwajib akibat aksinya dalam menebarkan kebencian, menyebar luaskan isu SARA, dan sikap anti CHINA yang dianggap rasis dan merusak keutuhan NKRI. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Ki Gendeng ditangkap di kediamannya di Jalan Tanah Merdeka Perumahan Bogor Baru Blok D IV No. 45 RT 07 RW 01 Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bahkan polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam kediaman paranormal kondang ini. Atas tuduhan menyebarkan isu SARA dan kebencian, Ki Gendeng dijerat Pasal 4 huruf b Jo Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun and 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 156 KUHP. Ki Gendeng Pamungkas ditangkap polisi ini juga akibat video yang ia sebar luaskan di dunia maya. Video tersebut diketahui berisi himbauan untuk masyarakat agar bangkit melawan ras Tionghoa yang menurutnya ras ini akan menguasai dan menjajah Indonesia.

Kombes Argo Yuwono Rabu lalu juga mengatakan, “Ada sebuah jaket jeans bertuliskan fight against cina, 67 lembar kaus bertuliskan anticina, sebuah topi front pribumi warna hitam, dan berbagai sticker dan badge bertuliskan anticina”.

Ki Gendeng Pamungkas alias Isan Massardi ini akan diusut lebih lanjut setelah bukti dan tuduhan yang dilontarkan bisa dipertanggung jawabkan sesuai hukum. Kita bisa bayangkan, Ahok yang berpidato dengan menyadur Al Maidah sebagai suatu ayat yang biasa digunakan untuk elite politik saja bisa divonis 2 tahun penjara. Apalagi aksi Ki Gendeng Pamungkas yang secara nyata mengajak masyarakat untuk membenci suatu ras tertentu dan menebarkan video kebencian.

ARTIKEL PENTING : Babad Tanah Jawa, Bukti Indonesia Tak Mungkin Jadi Negara Khilafah

Kita masih sangat ingat di pikiran ketika masa kampanye Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini berlangsung. media-media sosial, menyusupkan berbagai pesan berisi ujaran kebencian tujuannya agar Ahok lengser dan dipenjara. Selain demo berjilid-jilid juga menyusup melalui internet dengan tulisan dan video berbau propokativ. Hal inilah yang membuat Ahok melakukan pidato yang sebenarnya membela dirinya dari fitnah dan ucapan Kafir yang biasa dilontarkan orang pada dirinya sehingga sebagai anak bangsa dirinya merasa dibatasi pergerakannya untuk berkarya.

Ki Gendeng Pamungkas yang juga termasuk masa KONTRA Ahok memberikan dukungan agar Ahok lengser dengan cara menebarkan kebencian dan isu SARA kian runcing mencuat dalam video-video nya di berbagai media sosial. Apa yang dilakukan Ki Gendeng Pamungkas ini sangat berpotensi untuk kembali mengulang sejarah kelam konflik masa lalu yang melukai kebhinekaan dan merobek sendi-sendi kebangsaan. Bangsa Indonesia pernah terluka dengan konflik SARA, bangsa ini pernah mengalami trauma dengan gesekan bersifat primordial dan tak seharusnya luka itu kembali menganga hanya karena momen Pilkada.

Mohon anda semua berhati-hati karena bisa jadi apa yang kita ucapkan dapat melukai salah satu pihak. Jadi berhati-hatilah dalam berucap dan berbicara, apalagi di depan umum.

1,123 total views, 2 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib