Sang Diva Perkasa Jepara: Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini

0
5722

Sang Diva Perkasa Jepara: Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini – Dari jaman dahulu hingga sekarang, Kota Jepara yang dikenal sebagai kota ukir tersebut telah melahirkan tokoh-tokoh hebat yang berpengaruh pada negeri ini. Terlebih lagi, ada tiga tokoh wanita yang begitu popular dan dianggap perkasa oleh masyarakat Jepara yaitu Putri Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini. Ketiga wanita hebat ini telah diakui oleh Presiden RI pertama , presiden Soekarno dan atas pengakuan tersebut Ir. Soekarno menobatkan R.A Kartini sebagai pahlawan Nasional, yaitu pahlawan emansipasi wanita. Ratu Shima yang membawa kejayaan bagi Kerajaan Kalingga serta Ratu Kalinyamat sebagai pendiri kerajaan Maritim terkuat di jaman Kerajaan Mataram. Ketiganya menyimpan kisah manis bagi wilayah kelahiran mereka, Jepara.

  • Ratu Shima

ratu shima kalinggaDimulai dari Ratu Shima yang berasal dari Kerajaan Kalingga. Di abad ke-6 Ratu Shima amat tersohor sebagai seorang pemimpin yang dikenal adil, jujur dan tegas sehingga rakyatnya amat mencintainya. Sebagai seorang penguasa kerajaan, ia membuat segala peraturan untuk rakyatnya. Peraturan yang paling diingat oleh masyarakat adalah hukuman potong tangan bagi orang yang mencuri, dimana hukuman ini berlaku bagi seluruh rakyat termasuk bagi keluarga kerajaan. Ratu Shima sangat menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Beliau mengajarkan rakyatnya untuk selalu hidup dalam kejujuran.

Bahkan ada sebuah cerita yang mengisahkan tentang seorang Raja Asing yang meletakkan sebuah bingkisan dalam bentuk kantong yang isinya adalah sebongkah emas di tengah-tengah persimpangan jalan dekat dengan ibu kota Kalingga. Raja Asing ini ingin menguji seberapa jujurkah rakyat Kalingga di bawah naungan Ratu Shima. Terbukti memang benar, meski sudah lama kantong itu diletakkan di persimpangan jalan itu kantong berisi emas itu tetap berada di tempatnya. Jangankan hilang isinya, bergeser saja tidak. Inilah bukti ajaran kejujuran dan kebenaran sang Ratu Kalingga yang agung, Ratu Shima.

  • Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat merupakan seorang pemimpin tanah Jepara yang amat disegani. Di tangan beliau, Jepara menjadi Kerajaan Bahari dimana rakyatnya hidup dengan mengandalkan lautan sebagai sumber utama penghidupannya. Beliau berhasil mendirikan kerajaan Maritim yang kuat. Ratu Kalinyamat adalah seorang putri dari Pangeran Trenggana, cucu dari Raden Patah sang penguasa Kerajaan Demak. Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana yang tumbuh di lingkungan Kerajaan Demak yang waktu itu penuh konflik internal.

Pangeran Sekar Silang dan Pangeran Trenggana berseteru untuk saling berebut tahta kerajaan. Akhirnya Pangeran Trenggana membunuh Pangeran Sekar karena dianggap sebagai penghalang bagi dirinya menjadi raja. Pembunuhan ini membuat Raden Arya Penangsang geram dan menuntut balas. Raden Arya Penangsang membunuh suami ratu Kalinyamat, Sultan Hadiri. Inilah yang menjadi awal dari naiknya Ratu Kalinyamat sebagai Ratu Kerajaan.

Meski telah membunuh suami Ratu Kalinyamat, Raden Arya Penangsang tetap ingin berperang dengan Ratu Kalinyamat dan akhirnya ia pun terbunuh dalam peperangan tersebut. Ratu Kalinyamat pun resmi naik tahta sebagai penguasa Jepara. Selama masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara mengalami perkembangan yang amat pesat yaitu menjadi pelabuhan terbesar di tanah Jawa serta memiliki armada laut yang besar dan kuat. Selama 30 tahun masa pemerintahannya, Jepara mencapai masa kejayaannya.

  • Raden Ajeng Kartini

raden ajeng kartiniRaden Ajeng Kartini dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita. Setiap wanita yang dianggap perkasa dan memiliki peran luar biasa di dalam kehiduan sehari-hari dikenal sebagai sosok Kartini modern. Ya, seperti itulah peranan seorang putri ke 5 dari 11 bersaudara asal Jepara ini. Raden Ajeng Kartini begitu antusias dalam dunia pendidikan terlebih karena pendidikan wanita pada zamannya yang dibedakan dengan kaum laki-laki.

Kartini amat gemar membaca dan menulis, namun adat pingitan yang kala itu menjadi tradisi bagi kaum wanita menjadi penghalang bagi dirinya untuk terus melanjutkan sekolah. Tekad bulat Kartini ternyata mampu mengalahkan segalanya, ia tetap belajar dan menulis bersama teman perempuannya hingga ia pun belajar bahasa Belanda. Hingga ia saling berkirim surat dengan Mr. J.H Abendanon untuk mengajukan beasiswa di negeri Belanda. Terlintas di pikirannya untuk memajukan wanita-wanita Indonesia. Namun semua perjuangannya untuk bersekolah ke negeri Belanda tidak pernah terwujud karena ia harus menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat pada 12 November 1903.

Beruntung ia mendapatkan suami yang selalu mendukungnya untuk memajukan pendidikan perempuan Indonesia. Kartini merealisasikan cita-citanya dengan mendirikan sekolah Kartini pada 1912 di Semarang, yang berlanjut di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon. Sekolah Kartini terus berkembang dan berkembang namun pada akhirnya ketika Kartini melahirkan anak pertamanya R.M Soesalit pada 13 September 1904, setelah 4 hari kelahiran itu Kartini meninggal dunia.

Meski ia hanya hidup selama 25 tahun saja di dunia ini, namun cita-cita dan perjuangannya untuk wanita Indonesia amat luar biasa. Kartini menempati ruang tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Dengan keberanian dan pengorbanannya yang tulus, ia mampu menggugah kaum hawa dari belenggu diskriminasi.

7,904 total views, 12 views today