Ramalan Jayabaya Tentang Presiden Soekarno Hingga Jokowi ini Terbukti Benar

0
7855

Ramalan Jayabaya Tentang Presiden Soekarno Hingga Jokowi ini Terbukti Benar – Prabu Jayabaya, seorang Raja Mataram yang amat adil dan bijaksana ini memiliki kelebihan dalam hal ramalan masa depan. Bahkan Raja Jayabaya telah meramalkan kondisi pemerintahan di negeri ini setelah merdeka. Dalam bukunya yang bernama ‘Jangka Jayabaya’ beliau menuliskan ramalan tentang datangnya Satrio Piningit di saat Indonesia mengalami masa kesulitan atau adanya ancaman besar. ternyata Satrio Piningit yang dimaksudkan ini sudah hadir sejak pemerintahan Presiden pertama dan berlanjut hingga presiden ke tujuh saat ini.

Dalam serat ‘Jangka Jayabaya’, ada tujuh satrio piningit yang tertulis diantaranya yaitu Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Lalu, apa arti dari ramalan Jayabaya ini? banyak versi yang mengartikan ramalan ini, salah satunya adalah Kang Masrukhan seorang pakar ilmu spiritual dan supranatural. Beliau mencoba menafsirkan arti ramalan Jayabaya tersebut.

Arti Ramalan Jayabaya Akan Datangnya 7 Satrio Piningit

Presiden Soekarno sebagai Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro

“Kita tahu presiden Soekarno adalah bapak proklamator, pejuang kemerdekaan. Kinujoro artinya dekat dengan penjara, bahkan di akhir masa jabatannya beliau ada dalam tahanan. Sementara disisi lain, Bung Karno melepaskan penjara belenggu rakyat Indonesia dari keterpurukan, kelemahan dan penindasan kolonial. Murwo Kuncoro adalah pemimpin yang tersohor di seluruh Jagad, sangat tepat bila sosok ini digambarkan sebagai Bung Karno dalam ramalan Jayabaya”, ujar Kang Masrukhan.

Pemimpin Indonesia pertama yang didampingi oleh Mohammad Hatta ini memerintah pada 1945 hingga 1967 hingga akhirnya digantikan oleh seorang Jenderal bernama Soeharto.

Presiden Soeharto sebagai Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar

Kang Masrukhan menyatakan bahwa sosok yang tepat digambarkan sebagai Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar adalah presiden kedua yaitu Soeharto. Dimana presiden ini memerintah paling lama di Indonesia yaitu selama 32 tahun, mulai dari 1967 hingga 1998.

“Ya, pak Harto adalah sosok yang dimaksud ramalan Jayabaya ini. Mukti itu artinya hartanya banyak, kaya, megah. Beliau juga sosok pimpinan yang memiliki wibawa amat besar dihadapan rakyatnya. Tapi lihatlah di akhir masa jabatannya, beliau menjadi orang nomor satu yang dipersalahkan, menjadi bahan olok-olokan dan menjadi bulan-bulanan rakyat atas apa yang terjadi di negeri ini. kesandung kesampar, ya itu lah yang diterima Pak Harto hingga akhirnya beliau lengser dari jabatannya atas dorongan rakyat dalam peristiwa tahun 1998 lalu”, jelas Kang Masrukhan.

Presiden Habibie sebagai Satrio Jinumput Sumelo Atur

“Nah, ramalan Jayabaya ketiga adalah adanya Satrio Jinumput Sumelo Atur. Sosok pemimpin yang dipungut atau diangkat karena menggantikan, atau dijumput. Artinya bahwa Presiden ini naik karena menggantikan orang yang telah lengser karena beliau adalah wakil presiden. Sosok yang tepat ya BJ. Habibie. Pak Habibie kala itu adalah wapres nya Pak Soeharto dan beliau naik jadi presiden hanya dalam waktu 1 tahun saja. Sumela Atur adalah mengatur di sela-sela saja atau di masa transisi. Nah, Pak Habibie kan begitu”, kata Kang Masrukhan.

Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Satrio Lelono Tapa  Ngrame

Ramalan Jayabaya selanjutnya adalah tentang datangnya Satrio Lelono Tapa  Ngrame. Dalam ramalan Joyoboyo ini Kang Masrukhan mengartikan sebagai berikut, “Satrio ini menggambarkan seorang tokoh pemimpin yang suka mengembara atau keliling dunia dalam bahasa Jawa disebut Lelono. Akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan atau tingkat religius yang cukup atau rohaniawan. Nah, biasanya kan kaum rohaniawan, kaum spiritual itu digambarkan sebagai tokoh Tapa Ngrame dalam bahasa Jawa. Jadi jelas, bahwa tokoh yang dimaksud ini adalah KH. Abdurrahman Wahid, presiden ke empat”

Sama dengan BJ. Habibie, Gus Dur (sapaan akrab KH. Aburrahman Wahid) hanya memerintah begitu singkat, yaitu mulai tahun 1999 sampai tahun 2000.

Presiden Megawati sebagai Satrio Piningit Hamong Tuwuh

“Dalam istilah Jawa, ramalan Jayabaya ini bisa diartikan sebagai sosoknya Bu Megawati. Mengapa? Coba ditelaah. Hamong Tuwuh itu adalah sebuah kharisma kepemimpinan yang dimiliki seseorang karena keturunannya. Megawati adalah putri dari Presiden Soekarno maka tak heran aura kepemimpinannya sama dengan ayahnya”, jelas Kang Masrukhan.

Megawati Soekarno Putri menjadi presiden wanita pertama di indonesia yang memerintah mulai dari tahun 2000 hingga 2004. Presiden Megawati menjadi presiden bukan hanya karena ia adalah keturunan Soekarno namun juga karena jiwa kenegarawanannya yang tinggi dan sikap semangat kepemimpinannya yang mirip dengan ayahnya.

Presiden SBY sebagai Satrio Boyong Pambukaning Gapuro

“Nah, ramalan Jayabaya ini cukup unik. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro itu dapat diartikan sebagai sosok pemimpin yang diboyong atau berpindah tempat. SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono adalah pimpinan yang diboyong dari kementerian menjadi presiden. Sementara Pambukaning Gapuro itu banyak arti, ada yang menyatakan ini adalah peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan atau justru pembuka gerbang korupsi bagi kebanyakan politisi”, jelas Kang Masrukhan.

Susilo Bambang Yudhoyono memiliki bacground kemiliteran dalam memerintah Indonesia. Dalam masa kepemerintahannya begitu banyak carut marut kasus korupsi yang hingga kini masih bergulir, menyeret nama-nama politisi papan atas. SBY terpilih dalam dua periode yaitu tahun 2004-2014 (dalam dua kali pemilu SBY selalu menang).

Presiden Joko Widodo sebagai Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

Ramalan Jayabaya yang ketujuh menerangkan datangnya seorang Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Yang dimaksud disini adalah Presiden Jokowi. Kok bisa? Berikut penjelasan Kang Masrukhan.

“Pinandito itu dalam bahasa indonesia artinya seperti seorang Resi Begawan, artinya sosok pimpinan yang memiliki jiwa religius yang tinggi, spiritual yang tinggi. Sosok pimpinan yang bertindak atas dasar hukum dan perintah Allah SWT, yang mana sosok ini adalah cerminan dari sinisihan wahyu. Sosok yang selalu bersandar pada Allah SWT dan dengan pimpinan seperti inilah Insya Allah ramalan Jayabaya ini memiliki arti bahwa Indonesia akan mencapai zaman keemasan”, kata Kang Masrukhan.

Presiden Jokowi memang dikenal sangat religius, dibalik badannya yang kurus siapa sangka sang presiden ketujuh ini selalu melakukan puasa senin dan kamis. Sosok pemimpin yang patut diteladani. Maju terus bapak dan ibu presiden Republik Indonesia.

Demikian ramalan Jayabaya tentang adanya Satrio Piningit. Semoga bermanfaat untuk anda dan salam Sejahtera.

13,786 total views, 2 views today