Pusaka Majapahit yg Paling Ampuh, 1 Keris dan 4 Tombak Pataka Legendaris

1377
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Pusaka Majapahit yg Paling Ampuh, 1 Keris dan 4 Tombak Pataka Legendaris – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan tersohor di Nusantara. Pusaka dan peninggalannya tak bisa begitu saja dilupakan, karena sejarah telah mencatat ada begitu banyak pusaka yang ditinggalkan dijaman kerajaan Hindu Budha ini. Kerajaan kuat yang memiliki seorang Patih hebat bernama Mahapatih Gajah Mada ini telah menorehkan banyak perjuangan hingga menjadi Nusantara seperti sekarang ini. Karena Mahapatih Gajah Mada lah bagian kecil-kecil pulau di negeri ini menjadi Indonesia, menjadi Nusantara.

Membicarakan tentang kerajaan Majapahit tentu tak lepas dari pusaka-pusakanya yang sakti, adapun Pusaka Majapahit yg Paling Ampuh adalah keris pusakanya bernama Keris Condong Campur dan keempat Tombak Patakanya. Penjelasan masing-masing akan kami jabarkan di bawah ini!

Keris dan Tombak Pusaka Majapahit yg Paling Ampuh

Keris Pusaka Condong Campur

Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur. Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu, yaitu perpecahan wilayah yang kemudian dinamakan Nusantara.

Tombak Pataka Sang Dwija Naga Nareswara

Tombak Pusaka Majapahit yg Paling Ampuh yang pertama adalah Tombak Pataka Sang Dwija Naga Nareswara. Pusaka sakti dari Kerajaan Majapahit ini berbentuk Tombak Pataka Nagari sebagai perwujudan dari Naga Kembar penjaga Tirta Amertha yang terbuat dari bahan tembaga. Tombak Pataka ini dibuat di era Kerajaan SINGOSARI (pada abad ke 12 – 13 Masehi), kemudian pusaka ini diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT (Wilwatikta).

Pusaka ini menjadi satu-satunya tombak pataka Singosari yang mampu diselamatkan oleh SANGRAMA WIJAYA pada saat runtuhnya Kerajaan Singosari akibat serbuan Kerajaan Gelang-gelang. Pataka lainnya berhasil dikuasai dan diboyong oleh Raja Jayakatwang ke Kerajaan Gelang-gelang. Pada Tombak Pataka inilah pertama kali dipasang bendera Kerajaan Majapahit ketika diproklamirkan di hutan Tarikh (setelah penyerbuan pasukan Tartar dan pasukan SANGRAMA WIJAYA atas Kerajaan Gelang-gelang). Bendera tersebut bernama : Gula – Kelapa (Merah – Putih), yang sekarang kita warisi menjadi Bendera Sang Saka Merah Putih.

Tombak Pataka Sang Hyang Baruna

Pusaka Majapahit yg paling ampuh selanjutnya adalah Tombak Pataka Sang Hyang Baruna dengan dua mata tombak kembar diatas kepala dan ekor naga. Tombak pataka ini terbuat dari bahan tembaga yang dibuat pada jaman Kerajaan SINGOSARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT (Wilwatikta). Tombak Pataka ini biasa dipasang di atas kapal yang memimpin sebuah rombongan ekspedisi, untuk menandai adanya seseorang diatas kapal tersebut yang bertindak mewakili Raja atau sebuah Negara.

Bendera atau panji-panji yang dipasang bernama : “Getih – Getah Samudra” (lima garis merah dan empat garis putih), sebagai bendera armada militer SINGOSARI / MAJAPAHIT. Sampai saat ini bendera ini tetap dipakai oleh TNI-AL dalam kapal-kapal perangnya di perairan internasional, dengan nama panji-panji : “Ular-ular Tempur”.

Pataka tombak Pusaka Majapahit yg paling ampuh ini pertama kali dibawa oleh pasukan ekspedisi PAMALAYU lalu diserahkan kembali ke pihak Kerajaan Majapahit sebagai penerus dari Kerajaan Singosari. Pataka ini telah berkiprah pada “Ekspedisi PAMALAYU (Singosari)”, “Ekspedisi Duta Besar ADITYAWARMAN ke China (Majapahit)” hal ini dilakukan dua kali, “Ekspedisi NUSANTARA oleh GAJAHMADA (Majapahit)”. Bahkan hebatnya lagi lambang dari tombak ini tetap ada hingga saat ini, dilanjutkan oleh TNI-AL sebagai kekuatan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tombak Pataka Sang Padmanaba Wiranagari

Tombak pataka ini menjadi salah satu pusaka Majapahit yg paling ampuh. Tombak ini dibuat dari bahan tembaga bernama Sang Padmanaba Wiranagari (Teratai Kemuliaan Pembela Negeri). Pusaka Pataka ini direbut kembali oleh para senopati Singosari bekas ekspedisi PAMALAYU di Kerajaan Jayakatwang Kediri. Pasukan ini dendam karena kerajaan Singosari diruntuhkan oleh Jayakatwang ketika mereka tidak berada di tempat, sehingga tidak bisa membela negaranya.

Ketika mereka pamit melakukan tindakan perebutan kembali pataka-pataka Singosari, sempat tidak diijinkan karena SANGRAMA WIJAYA masih trauma akan perang saudara yang baru saja dijalaninya (Raja JAYAKATWANG adalah sepupu SRI KERTANEGARA yang sekaligus besannya, dan masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan SANGRAMA WIJAYA melalui kakeknya NARASINGAMURTI).

Kemudian para senopati ini nekat berangkat perang setelah berpamitan kepada Prameswari TRIBHUWANESWARI (yang juga putra pertama SRI KERTANEGARA dan istri SANGRAMA WIJAYA). TRIBHUNARESWARI tidak menjawab apakah IYA atau TIDAK, hanya bersabda : PENUHI DHARMAMU SEBAGAI KSATRYA. Dan ini yang menjadi legitimasi bagi para senopati ekspedisi PAMALAYU merebut kembali panji pataka peninggalan Singosari yang ada di Daha.

Pada akhirnya, mereka berhasil membawa pulang 5 (lima) panji Pataka Singosari dan meneguhkan bahwa Majapahit adalah penerus Singosari yang sah dan penerus Rajasawangsa. Pada Tombak Pataka ini lah pertama kali di pasang Lambang Kerajaan Wilwatikta (Majapahit). Lambang Kerajaan (keempat-empatnya) bernama : SURYA WILWATIKTA. Banyak yang menyebutnya juga sebagai SURYA MAJAPAHIT.

Tombak Pataka Sang Hyang Naga Amawabhumi

Pataka Tombak Pusaka Majapahit yg paling ampuh yang terakhir yaitu Tombak Pataka Sang Hyang Naga Amawabhumi. Pusaka ini berbentuk tombak naga berbahan tembaga yang dikenal dengan sebutan Sang Hyang Naga Amawabhumi yang artinya Naga Penjaga Keadilan. Semua keputusan dalam pengadilan di ambil atas nama Raja yang disebut Sang Amawabhumi yang artinya : orang yang mempunyai atau menguasai negara.

Dalam soal pengadilan Raja dibantu oleh dua orang dharmadhyaksa, yaitu Dharmadhyaksa Kasaiwan (kepala agama Siwa) dan Dharmadhyaksa Kasogatan (kepala agama Budha) dengan sebutan Dang Acarya. Karena kedua agama tersebut merupakan agama utama dalam Kerajaan Majapahit, maka segala perundang-undangan didasarkan kepada kedua agama tersebut. Satu hal yang amat aneh dan mengganjal di hati adalah, entah Mengapa Empat Pataka Majapahit ini berada di  THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART 1000 5th Avenue, New York, NY – USA. Padahal semua pusaka ini adalah milik dari Kerajaan Majapahit meski diwariskan oleh kerajaan Singosari.

Itulah pusaka Majapahit yg paling ampuh yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk Anda. TERIMAKASIH.

921 total views, 2 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib