Pidato Anies Baswedan Soal Pribumi Tuai Reaksi Dari Paranormal Ini

927
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Pidato Anies Baswedan Soal Pribumi Tuai Reaksi Dari Paranormal Ini – Baru saja DKI Jakarta menyambut Gubernur Barunya yang baru saja dilantik pada Senin, 16 Oktober 2017 lalu. Anies Rasyid Baswedan sebagai Gubernur dan Sandiaga Salahudin Uno sebagai wakil Gubernur sudah bersumpah di hadapan Presiden Joko Widodo, bersamaan dengan dilantiknya mereka di Istana Negara. Baru saja dilantik, belum ada satu hari ternyata pidato Anies Baswedan menuai kontroversi. dalam pidato politik pertamanya itu Anies Baswedan menyebutkan kata ‘Pribumi’ yang jelas sudah dilarang oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, “BJ Habibi”.

Dalam Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 yang dibuat oleh BJ Habibi tersebut menjelaskan tentang larangan atau memberhentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam semua perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun pelaksanaan kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan. Dalam Inpres tersebut, penggunaan istilah pribumi dihentikan dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintah. Namun ternyata pidato Anies Baswedan untuk pertama kalinya pasca pelantikan Gubernur justru mengusung kata Pribumi.

Nah, pidato Anies Baswedan soal Pribumi ini pun menuai cercaan dan komentar dari banyak kalangan. Dari politisi, pejabat tinggi negara, para Menteri, seluruh masyarakat Indonesia sampai seorang paranormal pun mengomentari pidato Anies Baswedan tersebut.

Paranormal Asal Kudus, Jawa Tengah Ikut Komentari Pidato Anies Baswedan

Adalah Kang Masrukhan, seorang pakar ilmu spiritual sekaligus parapsikolog asal Kudus Jawa Tengah yang ikut mengomentari apa yang disampaikan Gubernur baru Ibukota tersebut. Beliau pun menerangkan apa yang menjadi gagasannya pada Tim Redaksi majalah Parapsikologi berikut ini ;

“Kan sudah dilarang oleh Pak Habibi. Jadi kalau Pak Anies masih menggunakan istilah itu ya itu artinya pelanggaran. Meski melanggar tapi harapan saya tidak ada lagi huru hara demo dan segala macam hanya untuk melaporkan Pak Anies ke Polisi”, tukas Kang Masrukhan.

Pidato Anies Baswedan inipun kemudian menimbulkan huru hara. Banyak pihak yang kemudian melaporkan sang Gubernur DKI itu ke Polisi karena dianggap menyinggung perasaan warga Indonesia yang merasa ada diskriminasi antara Pribumi dan Non Pribumi.

“Saya hanya berpesan kepada Pak Anies untuk tidak menyulut SARA, untuk tidak mengatakan sepatah kata pun yang bisa menimbulkan reaksi masyarakat. Tak hanya Jakarta lo ini, tapi Indonesia karena konteksnya ini kolonialisme dan kepemimpinan. Kan yang dijajah Belandak bukan hanya Jakarta, tapi Indonesia. Kemudian soal kalimat, “Kini saatnya kita (Pribumi) menjadi pemimpin bagi negerinya sendiri. Wah itu pasti orang kaitkan dengan pemimpin sebelumnya, Pak Ahok”, Ujar Kang Masrukhan.

Selain itu Kang Masrukhan juga mengatakan ada dua hal aneh yang disampaikan dalam pidato Anies Baswedan tersebut. Hal aneh pertama menurut Kang Masrukhan adalah Anies menyinggung soal penjajahan kolonial. Padahal seluruh wilayah Indonesia merasakan penindasan dan penyiksaan oleh kolonial Belanda. Jadi tak hanya Jakarta yang menghadapinya.

“Hal aneh Kedua adalah kata pribumi. Sementara Pak Anies sendiri kan bukan pribumi, karena dia peranakan Arab. Lalu, yang dimaksud pribumi itu siapa? Ini lah yang masih jadi pertanyaan. Lalu ada satu lagi hal yang menurut saya tidak pantas dibicarakan di depan umum adalah, seakan pernyataan itu tidak memperhatikan jasa kelompok lain seperti Tionghoa Muslim di Indonesia kan juga banyak”, imbuh Kang Masrukhan.

Dilain sisi, Kang Masrukhan menghimbau agar Anies – Sandiaga untuk tidak menyulut emosi warga yang masih panas akan isu SARA yang menghiasi sepanjang tahun 2017 bersamaan dengan Pilkada DKI. Kasus penodaan Agama yang menimpa mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menguras tenaga dan emosi jangan lagi ditambah dengan masalah SARA lainnya.

“Mari kita jaga Kebhinekaan, jaga NKRI karena NKRI harga mati. Jangan menganggap kemerdekaan adalah usaha satu kelompok atau satu daerah saja karena kemerdekaan adalah milik Indonesia, bukan hanya milik ibukota. Janganlah, jangan sampai ada kata kata dan pidato seperti itu lagi. Miris saja kalau sampai banyak warga tersinggung lalu timbul konflik di masyarakat”, tutup Kang Masrukhan.

Itulah komentar paranormal kondang, Kang Masrukhan mengenai pidato Anies Baswedan yang mendulang kontroversi. semoga bermanfaat untuk anda.

 

1,535 total views, 3 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib