Pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi Hingga Menikahi Nyi Roro Kidul

0
33145

Pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi Hingga Menikahi Nyi Roro Kidul – Pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi sejatinya bermula dari niat baik Sunan  Gunung Jati yang ingin meng-Islam kan Prabu Siliwangi. Pertempuran ini menjadi salah satu Kisah Sunan Kalijaga dan Nyi Roro Kidul, serta pembuktian dari karomah Sang Sunan yang tidak ada hentinya. Awal mulanya, Sunan Kalijaga bertemu dengan Dewi Nawang Wulan atau yang sekarang dikenal dengan Nyi Roro Kidul sang penguasa pantai selatan. Pertemuan ini pun berujung pertempuran, sedangkan pertempuran ini merupakan perang lanjutan dari Perang Saudara antara Sunan Gunung Jati dan Prabu Siliwangi.

Dewi Nawang Wulan sendiri merupakan anak dari Prabu Siliwangi. Dalam perang ini Pangeran Arya Kemuning, Dewi Nyimas Gandasari dan Nyimas Roro Kencono Wungu, ditugaskan dari Keraton Cirebon untuk mengalahkan kesaktian Prabu Siliwangi. Namun sepertinya sulit, karena Prabu Siliwangi bukan hanya sakti, bahkan beliau sangat ahli dalam hal strategi perang. Dengan mudahnya utusan dari Cirebon dikalahkan, yang akhirnya menimbulkan pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi. Namun naas, ternyata Sunan Kalijaga pun tak bisa mengalahkan Prabu Siliwangi.

Berkat karomah Sunan Kalijaga, dengan berdoa kepada Allah SWT untuk meminta petunjuk maka diutuslah kembali sunan Kalijaga oleh Sunan Gunungjati untuk mendatangi Istana Ratu Kidul di Pantai Selatan. Disana, Sunan Kalijaga diutus untuk meminjam senjata berupa Tombak Karera Reksa milik Ratu Pantai Selatan atau Ratu Kidul Dewi Nawang Wulan. Hanya dengan pusaka tersebutlah pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi bisa berakhir dengan kemenangan dari Sunan Kalijaga.

Awal Kisah Cinta Sunan Kalijaga dan Dewi Nawang Wulan / Nyi Roro Kidul

Sesampainya di Pantai Selatan, permintaan Sunan Kalijaga ditolak oleh Ratu Kidul karena dia tidak membawa bukti langsung dari Sunan Gunung Jati. Karena merasa tidak mendapatkan hasil, maka Sunan Kalijaga, membawa Kanjeng Ratu Kidul, untuk menghadap Sunan Gunung Jati. Di hadapan Sunan Gunung Jati Ratu Kidul merasa malu karena dia tahu bahwa sang Sunan pasti bisa membaca pikirannya.

“Wahai putri Prabu Siliwangi, hanya engkau lah yang mampu mengalahkan kesaktian ayahmu, maka dnegan segala hormat pinjamkanlah Kalijaga, tombak pusakamu yang bernama, Tombak Karera Reksa” kata Kanjeng Sunan Gunung Jati pada Nyi Roro Kidul.

Permintaan Sunan Gunung Jati ini bukannya ditolak oleh Nyi Roro Kidul, namun karena sebuah alasan bahwa Pusaka suaminya. Dengan tertawa kecil, Sunan Gunung Jati pun berkata pada Sunan Kalijaga itu hanya diberikannya pada, “Wahai Rayi Kalijaga, sesungguhnya tiada yang lebih mulia kecuali berpegang pada keagungan Syiar Islam, nikahlah dengannya (Ratu Kidul) atas nama Islam dan bukan karena nafsu”.

Kepatuhan seorang murid dengan Gurunya nampak dalam peristiwa ini, dimana Sunan Kalijaga menyetujui apa yang dikatakan sang Guru itu. Namun Nyi Roro Kidul justru tak setuju karena dia tidak mau dinikahi oleh orang yang tidak mencintainya dan masih mempertanyakan kesetiaan Sunan Kalijaga padanya. Nyi Roro Kidul pun mencoba menguji kesetiaan Sunan Kalijaga. Nyi Roro Kidul pun meminta Sunan Kalijaga untuk mencarikannya Tasbih Kecubung Wulung yang didapatkan dari Laut Merah.

Dengan bertafakur, bermeditasi dan meminta petunjuk kepada Allah SWT, Sunan Kalijaga didatangi tiga sosok bangsa lelembut bernama Sanghiyanng Sontong, Sang Ratu Sanggah Wisesa dan Sih Walikat. Sesampainya di pinggir laut Merah, ke empat orang yang barusan datang tadi langsung disambut pendamping Ratu Bilqis, dari bangsa Siluman. Dan atas izin sang Ratu Agung Bilqis, diberikanlah Sunan Kalijaga, satu buah Nur Sulaiman AS, berwujud peti ukir, dari alam Azrak yang di dalamnya terdapat Tasbih Wulung, berbahan Batu Kecubung Giok.

Mendapatkan tasbih itu serta merta Kalijaga pulang dan menemui Sunan Gunung Jati dan juga Nyi Roro Kidul. Pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi harus segera dimulai, secepatnya setelah mendapatkan pusaka Tombak Karera Reksa. Dengan diiringi 40 orang dari Kaputren PakungWati, rombongan Kanjeng Sunan Kalijaga, mulai berangkat menuju laut Selatan, ternyata perjalanan mereka sudah lebih dulu diketahui oleh Kanjeng Nyai Ratu Kidul, yang dengan riangnya mempersiapkan segala hiasan dan pernak pernik untuk menyambut kedatangan kekasihnya.

Kekalahan Prabu Siliwangi dari Sunan Kalijaga

Menikahlah keduanya, hingga akhirnya Sunan Kalijaga mendapatkan pusaka Tombak Karera Reksa. Sesaat setelah menikah, pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi tak bisa dihindari lagi. Pusaka Karera Reksa, langsung diserahkan kepada gurunya Sunan Gunung Jati, lalu pusaka itu oleh sang guru ditambahi satu tombak diatasnya (ditancapkan satu tombak) sehingga pusaka Karera Reksa yang tadinya mempunyai 7 cabang dan satu Jalu runcing disamping, menjadi 9 cabang dan oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati, tombak Karera Reksa, diberi nama baru dengan sebutan Pusaka Agung Buana Tombak Nirwana Cakra Langit.

Selama 7 malam berturut-turut, pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi terjadi. Setelah mengalahkan Prabu Siliwangi, senjata Tombak Cakra Langit dikembalikan ke keraton Pantai Selatan dan hingga kini masih ada. Itulah kisah pertempuran Sunan Kalijaga dan Prabu Siliwangi yang bisa menambah wawasan bagi anda, dan semoga bermanfaat.

61,060 total views, 8 views today