Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah Itu Salah Besar

0
18321

Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah Itu Salah Besar – Dalam adat Jawa menyatakan bahwa seseorang yang lahir dengan pasaran Wage dan Pahing adalah terlarang untuk berjodoh. Benarkah demikian? Hal ini ternyata sudah mendarah daging di kalangan masyarakat. Banyak sekali pasangan yang gagal menikah hanya karena weton mereka yang berseberangan. Weton Wage dan Pahing adalah weton terlarang menikah karena dipercaya kedua weton tersebut memiliki prinsip berseberangan sehingga akan terus mengalami cek cok jika dipaksakan untuk menikah. Keduanya akan saling berbeda pendapat, tidak ada yang mau mengalah dan maunya menang sendiri.

Padahal mitos ini salah besar. mitos weton wage pahing tidak boleh menikah itu hanya karena dilihat dari satu sisi saja. Dari sisi dimana keduanya memiliki prinsip berbeda. Bukankah dalam pernikahan, perbedaan itu hal yang biasa? Tergantung pada masing-masing pasangan untuk menilainya. Jika dipikir secara logika, meski mitos weton wage pahing tidak boleh menikah itu benar maka selain weton tersebut akan langgeng. Kenyataannya banyak juga weton selain wage pahing yang sering cek cok. Pada dasarnya kita harus bisa saling mengerti, memahami, dan menerima pendapat masing-masing.

Bantahan Tentang Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah

Kang Masrukhan, seorang pakar ilmu spiritual memiliki pandangan lain mengenai mitos weton wage pahing tidak boleh menikah. Beliau melihat adanya kombinasi yang sangat bagus diantara kedua weton tersebut. Dimana, wage merupakan sosok yang diibaratkan sebagai samudera. Manusia wage memiliki power yang sangat besar. Layaknya samudra, kadang memang si wage lebih memilih untuk diam. Namun ketika dia benar – benar menggunakan powernya, manusia – manusia wage banyak menerima kemenangan dalam adu pendapat maupun adu strategi.

“Ya, wage itu sebagai penguasa chakra ajna. Jadi dia adalah sosok yang memiliki ketajaman insting yang kuat, sisi spiritrual yang baik. Sosok yang sangat bagus untuk diajak hidup bersama karena manusia wage itu giat bekerja, dia juga orang yang sangat murah hati. Rezekinya besar, pekerjaan apapun pasti sukses dilakoni asalkan tekun dan mau belajar. Jadi Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah itu bisa disyarati atau diruwat lah itu kan ya fleksibel. Tergantung hari kelahiran juga” Ujar Kang Masrukhan.

Dari sini Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah pun terpatahkan. Sementara manusia pahing diibaratkan sebagai matahari. Walau kadang terlihat kurang teliti karena sikapnya yang mudah tergesa – gesa dalam mengambil keputusan, sebenarnya manusia pahing memiliki cinta yang luas. Layaknya matahari yang tetap setia menyinari seluruh makhluk di bumi. Pahing sebagai penguasa chakra jantung. Manusia pahing adalah manusia – manusia dengan gerak cepat.

Kang Masrukhan pun menyampaikan kepada Tim Majalah Parapsikologi bahwa wage dan paging adalah sebuah lambang kekuatan besar jika dipersatukan.

“Wage adalah lambang kekuatan, sedang pahing adalah lambang dari kemasyuran. Ketika kombinasi ini diletakkan pada tempat yang tepat, dari mereka akan terlahir pemimpin – pemimpin besar revolusi. Kerjasama antara matahari dengan samudra salah satunya mampu “menjadikan” hujan. Jika wage pahing dapat memaksimalkan diri, dari mereka akan dapat menumbuhkan kembali kehidupan”, kata Kang Masrukhan.

Demikian Mitos Weton Wage Pahing Tidak Boleh Menikah yang ternyata salah besar. jadi anda tidak usah merasa khawatir jika weton anda dan pasangan berseberangan atau dikatakan Weton Geyeng. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

31,413 total views, 2 views today