Mata Batin Kang Masrukhan : Pembubaran HTI Menambah Masalah Politik Indonesia

0
785

Mata Batin Kang Masrukhan : Pembubaran HTI Menambah Masalah Politik Indonesia – Seperti yang sudah disampaikan oleh Menkopolhukam, Wiranto menyatakan bahwa secara resmi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTO dibubarkan. Pemerintah membubarkan HTI karena dinilai ormas ini bertentangan dengan ideologi negara yaitu Pancasila. HTI adalah ormas berbadan hukum yang tidak memiliki peran positif dalam keturut sertaan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional. Adanya ambisi untuk menjadikan Khilafah sebagai dasar negara Indonesia membuat ormas ini dinilai membahayakan keutuhan NKRI dibawah naungan Pancasila dan UUD 1945 yang telah digagas oleh pendahulu kita sebagai pendiri bangsa.

Kang Masrukhan, seorang Pakar Spiritual menyatakan bahwa adanya HTI di Indonesia memang tidak sesuai dengan ideologi Bangsa karena Indonesia bukanlah negara Islam namun negara Kesatuan. Beliau juga menyatakan bahwa membubarkan HTI sama juga menambah masalah di negeri ini utamanya masalah Politik. Namun beliau juga menyampaikan jika pembubaran HTI sangat diperlukan agar NKRI tak terpecah belah.

“Pembubaran HTI juga menuai kontroversial ya. Kita harus ingat, dahulu kan HTI dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina. Tujuan dari Hizbut Tahrir sendiri adalah mengembalikan kaum muslimin untuk kembali taat kepada hukum-hukum Allah SWT yakni hukum Islam. Juga untuk memperbaiki sistem perundangan dan hukum negara yang dinilai tidak Islami agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam, serta membebaskan dari sistem hidup dan pengaruh negara Barat.” jelas Kang Masrukhan saat ditanya oleh tim Majalah Parapsikologi tentang pembubaran HTI.

Dakwah dan jihad yang dilakukan HTI sebagai jalan untuk mendirikan negara khilafah ini menjadi hal yang masih belum diterima di negara Indonesia mengingat negara ini memang bukanlah negara Islam. Saudi Arabia saja menolak keras adanya HTI, meskipun Arab sendiri adalah negara Islam. Langkah pembubaran HTI diambil pemerintah untuk melindungi ideologi bangsa dan melindungi kaum pribumi dari penjajahan satu agama saja karena 5 agama di Indonesia memiliki Hak Asasi Manusia yang sama.

“Tak hanya di Palestina ya, HTI itu ada dimana-mana lho meski di negaranya HT itu partai Politik. HT ini ada di seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Australia, Malaysia dan Indonesia. Kalau tidak salah kan Hitzbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an saat pimpinan pesantren Al-Gazhali Bogor, KH Abdullah bin Nuh bertemu dengan aktivis HT di Sydney, Australia, Syaikh Abdurrahman al Baghdadiy. Nah, Abdullah tertarik dengan ceramah yang disampaikan Abdurrahman tentang kewajiban persatuan umat dan kewajiban menegakkan khilafah guna melawan hegemoni penjajahan dunia.” Kang Masrukhan menambahkan.

Kang Masrukhan menilik hal apa yang akan terjadi di Indonesia pasca pembubaran HTI ini, kemudian beliau mengatakan, “Benang masih kusut, sulit diurai tapi harus bisa mengurainya. Bismillah, pemerintah Indonesia bagus kok, kuat. TNI POLRI tak mungkin mundur” terang Kang Masrukhan.

Ya, pembubaran HTI di negeri ini akan berdampak pada munculnya banyak aksi dan banyak ormas yang semakin anti pada Pancasila namun kita semua harus bersama dengan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan NKRI.

1,338 total views, 4 views today