Mari Mempelajari Ajian Panyuwunan Drajat!

0
4571

Ajian Panyuwunan Drajat – Seperti halnya keilmuwan Jawa yang lain, Ilmu Panyuwunan Drajat juga bisa dipelajari dengan tirakat dan laku batin. Berikut ini merupakan ulasan sekitar Ajian Panyuwunan Drajat. Orang Jawa jaman dahulu percaya bahwa barang siapa yang dengan niat tulus dan positif mau mengamalkan ajian ini, maka Insya Allah akan terkabul segala hal yang kita inginkan. Segala hal yang menjadi hajat kita akan tercapai.

Cara yang dapat anda tempuh untuk menguasai ilmu kejawen satu ini yaitu anda disarankan berjalan – jalan mulai pukul 21.00 sampai 23.00. Dalam hati harus disertai dengan doa atas segala hajat kita supaya senantiasa dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Selama berjalan, anda dilarang untuk menoleh baik ke samping maupun ke belakang, serta dilarang untuk berbicara (dianjurkan untuk membisu).

Doa Ajian Panyuwunan Drajat

Do’a yang harus dibaca saat berjalan melakukan ritual ilmu kejawen yaitu :

“Bismillahirrohmaanirrohim, Sang Pangagen-angen sirhu, masupa wrinarna angen-angen hu, masupe ing dzate wahyu, drajat kang tak angkat atas kersane kang Maha Suci.”

Selain doa yang diucapkan tersebut, ada juga syarat lain yaitu berupa laku batin. Adapun laku batin yang harus dilakukan yaitu :

Selasa Legi

Di hari Selasa Legi ini pada sore hari anda disarankan memakai pakaian serba putih, kemudian duduk dengan menghadap ke utara, sambil melambatkan nafas (bernafas secara halus), heningkan angan-angan anda sambil anda membaca doa :

“Bismillahirrohanirrohim, sallallaahu’alaihi wasallam, Mutmainnah nuring rasa mulya kang nglimput ing dzat jasmani! Kulo nyuwun nugraha kula, Ing awal tekaning akhir atas saking dawuhe Kang Maha Suci Yaa Hu Akbar”.

Rabu Pahing

Untuk hari berikutnya, yaitu hari Rabu Pahing lelakon yang harus dilakukan adalah memakai pakaian serba hitam dan berjalan ke arah utara dan selatan sebanyak 7 kali bolak balik sambil menahan nafas. Duduklah menghadap selatan sambil membaca do’a :

“Bismillahirrohmaanirrohim, sallallahu’alihi wasallam, Amarah nuring rasa arsaya kang nglimput sagunging karsa, njurungana kerdyating karsa kula, sinembadana dening kang maha kuasa, Yaa Hu Akbar”

Jum’at pon

Untuk hari Jumat Pon, lelaku nya adalah memakai pakaian serba kuning. Pelaku dianjurkan duduk menghadap ke timur dengan berdoa :

“Bismillahirrohmaanirrohim, Supiyah nuring karenan kang nglimput sagunging katresnan jati ! titiken rasane umat, kumpulan ing rahsa kula, atas saking kersane kang maha Makiki, Yaa Hu Akbar”.

Ahad Pon

Di Hari ini anda diharuskan untuk memakai pakaian serba merah, kemudian duduk menghadap ke barat sambil kedua tangan dipangku di lutut. Lalu berdo’a :

“Bismillahirrohmaanirrohim, sallallahu’alaihi wasallam, Luwamah nuring rahsa sarosa kang nglimput sagunging kasantosan ! njurungana saosaking sedya kula, sinembadana dening kang maha Kuasa, Yaa Hu Akbar”.

CATATAN :

Anda boleh percaya boleh tidak dengan amalan dan laku batin tersebut. Apa yang ditulis oleh tim redaksi Parapsikologi.Co.Id hanyalah informasi sesuai dengan apa yang nenek moyang kita dahulu ajarkan. Sekedar berbagi ilmu dan berbagi informasi dengan anda. Semoga bermanfaat.


Mustika Junjung Drajad Paling Banyak Dicari:

Mustika Sigar Jagad

Mustika Drajat Prambanan

Mustika Puser Angin

Keris Pusaka Junjung drajat

6,783 total views, 8 views today