Kisah Sejarah Syekh Subakir di Gunung Tidar Sebagai sang Babad Tanah Jawa

0
15704

Kisah Sejarah Syekh Subakir di Gunung Tidar Sebagai sang Babad Tanah Jawa – Syech Subakir, seorang utusan dari tanah Iran yang datang ke Tanah Jawa karena perintah dari Sultan Muhammad I (Sultan asal Turkey, tempatnya di Istanbul). Melalui mimpi dan petunjuk, Sultan Muhammad I merasa dirinya harus mengutus seseorang untuk menetralkan Tanah Jawa dari bangsa jin dan makhluk halus. Selain itu juga untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh Tanah Jawa. Hingga akhirnya sampai saat ini dikenal istilah walisongo atau walisembilan.

Mengapa wali berjumlah sembilan? Hal ini berhubungan dengan kata sandi yang dipecahkan oleh Sultan Muhammad I yang mana jumlah sembilan ini adalah jawaban sandi untuk mengalahkan kekuatan negatif di pulau Jawa. Banyaknya makhluk halus dan jin di tanah Jawa harus diperangi oleh ke sembilan wali ini. Sembilan wali juga diambil dari ke sembilan belahan dunia yang berbeda sehingga kekuatan positif akan menang. Dari sinilah sejarah Syekh Subakir dimulai, dan berujung pada kisah sembilan wali dengan kekuatan / kelebihan masing-masing.

Tercatat dalam sejarah Syekh Subakir, dahulu sebelum dirinya di utus ke tanah jawa, konon Sultan Muhammad Sudah beberapa kali mengutus para ulama turun ke Tanah Jawa. Namun hasilnya tidak seperti apa yang di harapkan, para syekh dan ulama yang di utus gugur serta tidak ada kabar yang jelas. Keangkeran, kegelapan dan keseraman Tanah Jawa membuat para ulama sebelum Syech Subakir harus gugur.

Betapa sulitnya menyebarkan agama Islam waktu itu. Hawa ghaib, pengaruh hindu budha masih sangat kental disana. Kepercayaan animisme dan syirik pun sangat kental. Inilah yang memnurut Sultan Muhammad I sebagai penghalang perkembangan Islam di Jawa hingga akhirnya beliau mengutus Syekh Subakir yang dianggap mampu menjadi pionir dakwah di Tanah Jawa.

Sejarah Syekh Subakir menyatakan bahwa dirinya bukan hanya orang yang taat beragama, namun juga ahli dalam bidang ilmu spiritual, mampu menetralisir hawa angker dan yang pasti sangat sakti. Singkat cerita ke sembilan orang itu berangkat ke tanah jawa, namun ada juga Mubalig yang menyatakan memang harus berjumplah sembilan orang, sekiranya ada yang gugur dan wafat, posisi itu harus segera diganti oleh syekh atau ulama yang lain.

Adapun ke sembilan ulama yang memperjuangkan penyebaran Islam di Tanah Jawa pada periode pertama yaitu :

  1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
  2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
  3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
  4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
  5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
  6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
  7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
  8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
  9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat.

Kisah Syekh Subakir Menaklukkan Makhluk Halus dan Jin di Tanah Jawa

Jin dan syetan yang menghuni Tanah Jawa dibasmi dan diusir oleh Syekh Subakir menggunakan batu hitam yang ditempatkan di beberapa titik di pulau Jawa. Salah satu tempat yang menjadi pusat makhluk halus adalah Gunung Tidar dan akhirnya jin-jin dan setan itu berpindah ke Laut Selatan. Maka tak heran jika Laut Selatan terkenal dengan kerajaan Jin terbesar di Nusantara. Untuk mengenang jasa sang wali maka di daerah Gunung Tidar tersedia mushola kecil dan pendopo.

Bahkan sampai kini Gunung Tidar dikenal dengan Paku Tanah Jawa. Gunung Tidar terletak pada ketinggian 503 meter dari permukaan laut dan memiliki sejarah dalam perjuangan bangsa. Gunung Tidar tidak bisa terpisahkan dengan pendidikan militer di Magelang. Di Lembah Gunung Tidar itulah Akademi Militer sebagai kawah candradimuka yang mencetak perwira pejuang Sapta Marga berdiri pada 11 November 1957.

Bahkan bagi orang yang suka dengan tirakat dan ritual untuk mengasah kemampuan spiritualnya maka ia pasti akan memilih Gunung Tidar sebagai tempat ritual. Gunung ini menjadi tempat paling tepat untuk mendekatkan diri kepada Gusti Allah, terlebih untuk meminta ilham dan petunjuk / wangsit. Zaman dahulu, Gunung Tidar terkenal ke-angkerannya dan menjadi rumah bagi para Jin dan Makhluk Halus. Jalmo Moro Jalmo Mati, setiap orang yang datang ke Gunung Tidar bisa dipastikan kalau tidak mati ya modar (hal ini yang menjadi asal-usul nama Tidar).

Setelah berhasil mengusir para jin dan setan dari Tanah Jawa, Syekh Subakir digantikan oleh Sunan Kalijaga yang menurut sejarah juga memiliki kesaktian yang melegenda. Itulah kisah Syekh Subakir dalam menjadi sang babad Tanah Jawa dimulai dari Gunung Tidar sebagai paku Tanah Jawa, pembawa ketenangan di wilayah Jawa hingga kini.

 

25,377 total views, 4 views today