Kisah Nyata Bertemu Gundul Pringis di Tanah Lapang Lereng Gunung Kemukus

4729
Kisah Nyata Bertemu Gundul Pringis di Tanah Lapang Lereng Gunung Kemukus
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Kisah Misteri – Jenis hantu yang sampai saat ini diakui eksistensi dan keberadaannya yaitu Gundul Pringis. Meskipun di era modern seperti saat ini ternyata sosok Gundul Pringis masih sering dijumpai oleh beberapa orang. Penampakan pun pernah dtemukan di beberapa daerah di Indonesia khususnya wilayah Jawa, Bali dan Sumatera. Dalam tulisan ini akan kami bagikan satu kisah nyata tentang seseorang yang mengaku pernah bertemu dengan sosok Gundul Pringis. Kepada redaksi majalah On Line Parapsikologi.Co.Id, Mas Anwar Fauzi mengirimkan kisah misterinya ini. Begini cerita dan kisahnya:

“Saya Anwar Fauzi, umur saya 25 tahun. Suatu malam saya dan ke-empat teman saya sepakat untuk melakukan kemah di tanah lapang di sekitar lereng gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah. Kita berlima memang memiliki hobi yang sama yaitu travelling dan berpetualang. Dalam acara perkemahan tersebut sebenarnya kami hanya berniat senang-senang saja, jalan-jalan dan sekedar pelampiasan hobi kami. Acara tersebut kami isi dengan acara bakar-bakaran bersama, bermain gitar dan bernyanyi bersama juga bercerita tentang berbagai kisah hidup yang pernah kami alami. Ya, seperti kemahnya anak muda kebanyakan. Namun, kami berlima tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini.

Di malam yang panjang itu kami memang tidur sampai larut malam. Malam itu rupanya menjadi malam misteri bagi kami yang bertemu dengan sosok gundul pringis. Saat malam kian larut, rasa kantuk sebenarnya sudah menghampiri kami dan akhirnya ke-empat teman saya tertidur kecuali saya yang malam itu terlalu banyak minum kopi sampai habis 3 gelas. Ke empat teman saya mengambil posisi tidur yang nyaman dalam tenda. Meski belum terasa ngantuk tapi terpaksa aku juga ikut mengambil posisi tidur dalam tenda Karen merasa takut sendirian di luar tenda.

Bara api unggun mulai padam, tapi mataku masih belum terpejam juga. Pandanganku hanya mengarah pada atap tenda yang mulai basah karena embun. Ku lihat jam di hp ku sudah menunjukan jam 02.20 WIB dan suasana semakin sunyi senyap, hening tanpa suara. Hanya terdengar suara burung malam yang samar-samar terdengar dari kejauhan. Dari atas bukit tiba-tiba saya mendengar suara seperti kelapa yang terjatuh namun tak diikuti dengan suara kelapa yang menggelinding seperti suara kelapa jatuh pada umumnya.

Ada sedikit jeda (sekitar 15 detik) hingga suara kelapa menggelinding itu terdengar. Aku mulai tak tenang dan berpikiran yang tidak-tidak. Lalu aku teringat tentang cerita kakek ku mengenai tanda-tanda munculnya hantu gundul pringis. Tapi sebisa mungkin aku harus bisa menenangkan diriku. Aku tak berani membangunkan teman-teman, aku hanya terpaku sendiri dan terdiam. Sebisa mungkin aku membaca apapun tentang ayat alqur’an.

Tak berselang lama terdengar lagi suara khas cicit kalong yang mirip dengan suara orang tertawa. Sekujur tubuhku panas mendengarnya, telingaku ikut berdenging. Suara itu berulang-ulang terdengar oleh ku, kalau tidak salah hingga 3 kali. Akupun bangun dari posisi tidur ke posisi duduk. Seketika itu aku melihat sepasang sinar merah sebesar kelereng tepat di samping atap tenda yang menyentuh tanah. Ketika suara tertawa berbunyi, sinar itu bergerak-gerak persis seperti mata. Akupun memberanikan membuka atap tenda bagian bawah itu dengan mengangkatnya. Begitu terkejutnya aku melihat sebuah kepala plontos dengan sepasang mata bersinar merah.

Aku menjerit sekencang-kencangnya dan tak bisa bergerak seperti kaku. Tanpa ku sadari teman-temanku pun terbangun, dan menepak-nepak punggungku untuk menyadarkanku. Melihat arah pandanganku, mereka pun kemudian melihat si hantu gundul pringis. Mereka kemudian lari terbirit-birit meninggalkanku yang tegang dan lemas. Setelah itu, aku tak ingat apa-apa karena pingsan. Esok harinya aku dibangunkan teman-temanku yang ditemani seorang kakek-kakek tua.

Setelah tenang, aku kemudian menceritakan apa yang aku alami semalam. Kakek itupun kemudian menceritakan bahwa memang bukit itu adalah bukit angker yang dihuni sesosok gundul pringis. Katanya, beberapa orang memang sering melihat penampakan hantu ini. Dan kamipun disarankan untuk segera menyudahi perkemahan itu. Kami kemudian pulang kembali kekota membawa cerita mengerikan bertemu dengan gundul pringis. Beberapa malam setelah kejadian itu, aku masih terus terbayang wajah si gundul pringis yang menyeramkan. Gigi taring besar, kepala plontos, mata bersinar merah, benar-benar membuat aku terus merasa lemas. Hingga aku menulis cerita ini, aku pun masih terbayang-bayang wajah hantu itu.” [Anwar Fauzi]

Itulah, sekilas kisah misteri dari saudara kita yang mau membagi pengalamannya dengan kita semua. Semoga cerita ini bisa menambah wawasan kita mengenai sosok hantu yang ada dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Sekian dan Terimakasih.

5,422 total views, 6 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib