Kisah Misteri Menyeramkan : Menginjak Mayat dalam Kolam Renang

0
859

Kisah Misteri Menyeramkan : Menginjak Mayat dalam Kolam Renang – Kisah mistis ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh seorang Kang Endang Sutisna. Pasca pensiun, ia membeli sebuah rumah tua di Banten. Rumah tua ini mirip sekali dengan sebuah bangunan musium, dinding kumuh dan tebal yang sudah retak-retak menandakan bangunan ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Banyak keanehan dan hal mistik yang terjadi di rumah tua peninggalan kolonial ini. Mulai dari kisah lonceng yang berbunyi dengan sendirinya disetiap malam (biasanya pukul 23.00), hingga cerita bunyi musik piano yang dimainkan tanpa adanya manusia yang memainkannya.

Kisah misteri menyeramkan ini dimulai sejak keluarga Kang Endang Sutisna menempati rumah tua ini yaitu tepatnya pada 13 April 1992. Awalnya seluruh pihak keluarga merasa nyaman tinggal di rumah tua nan sederhana itu. Bahkan cucu Kang Endang merasa suka dengan adanya dua piano buatan Austria merk Karlzeir. Namun ada satu piano tua buatan Jerman yang telah rusak.

Piano tua yang sudah rontok tali-yalinya akbat dimakan tikus itu tak bisa dibetulkan lagi karena rusak parah. Tapi piano itu tetap kami bersihkan dan terlihat sangat cantik dan antik. Alat musik pencet merk Herkens itu dibuat pada abad 17 masehi di kota Berlin Jerman Timur. Namun piano ini hanya dijadikan pajangan barang antik saja lantaran tak lagi berfungsi baik. Kisah misteri menyeramkan belum terasa hingga 4 bulan lamanya keluarga ini tinggal di sana.

Hingga suatu ketika, keluarga ini membangun sebuah kolam renang dibelakang rumah. Saat membongkar tanah, tukang gali tanah untuk kolam itu menemukan satu patung wajah meneer Belanda sedang memegang pedang. Patung Meneer Van Debosh dari  Belanda itu menggunakan pakaian tentara Nederland dan berdiri gagah. Patung itu kemudian dibersihkan dan ditempatkan di ruang tamu depan. Nah, dari sinilah kisah misteri menyeramkan dimulai.

Patung ini menunjukkan tanda tanda aneh. Matanya tajam, kadang matanya berkedip dan mulutnya merengut sesekali, dan kadang nampak senyum sambil menampakkan giginya. Bahkan pedang ditangannya sesekali nampak diayunkan. Aneh sekali. Bahkan, salah seorang anak bungsu dari keluarga ini pernah mendengar suara percakapan dari patung tua itu.

Kisah misteri menyeramkan pun berlanjut tatkala piano tua buatan jerman terdengar dimainkan tanpa seorangpun pada tengah malam. Piano itu menyuarakan musik klasik ciptaan Bethoven dan Bach. Sementara itu, alat musik tua gramaphone yang sudah tinggal bangkai, juga suka mengeluar bunyian yang merindingkan bulukuduk keluarga tersebut. Berbagai paranormal pun didatangkan. Namun sayangnya jika paranormal ini melakukan investigasi, benda-benda aneh itu tak mau menunjukkan tanda-tanda ghaibnya.

Lalu, apa sebenarnya dibalik kisah misteri menyeramkan itu? Coba kita lihat penuturan Kang Masrukhan mengenai kejadian aneh yang dialami keluarga Kang Endang Sutisna tersebut. Kang Masrukhan menyatakan bahwa Patung Meneer Van Debosh dari  Belanda itulah yang menjadi biang dari masalah mistis di rumah tua tersebut. Lantaran tak mau dipindahkan, patung itu akhirnya memberikan hawa negatif dan memancarkan aura mistis kegelapan di dalam rumah tua itu.

“Harus ada ritual penguburan yang layak untuk patung itu, ya layaknya manusia mati lah,” ujar Kang Masrukhan.

Namun Kisah misteri menyeramkan ini tak hanya berhenti disitu saja. Masalah bunyi piano dan gramaphone yang terus meneror keluarga ini pun tak berhenti juga. Lalu, apakah penyebab teror ini berkelanjutan?

“YA tentunya jin dan makhluk halus dalam rumah tua itu merasa terganggu ya dengan penguni manusia ini. Kan makhluk astral ini sudah tinggal lebih dulu, udah ratusan tahun disitu. Gak terima, ya diteror,” Lanjut Kang Masrukhan.

Pengusiran makhluk astral inipun pernah dilakukan seorang paranormal asal Lampung yang pernah diundang oleh keluarga tersebut. Namun pengusiran ini hanya berdampak pada bunyi-bunyi piano yang sudah tidak mengganggu lagi. Tahukah anda bagaimana kelanjutan kisah misteri menyeramkan ini? Ternyata lebih menyeramkan dari sebelumnya.

Setelah kolam renang jadi, salah satu pihak keluarga ada yang mencoba menceburkan diri ke dalam kolam tersebut. Ia terkejut melihat bayang-bayang tentara membawa pedang di ujung kolam. Bayang-bayang itu melintasi bibir kolam dari pohon mangga menuju pohon manggis sebelah selatan kolam renang mereka berukuran besar itu. Saat itu senja merangkak menjelang sore dan ia mau olahraga renang. Karena terkejut melihat bayang-bayang itu, anggota keluarga ini memanggil suaminya yaitu Kang Sutisna. Namun bayangan tak dilihat oleh Kang Sutisna.

Akhirnya istri Kang Sutisna ini minta ditemani saat berenang. Sambil baca koran, Kang Sutisna menemani istrinya di pinggir kolam. Istri kang Sutisna pun kembali berteriak karena mengaku melihat sosok bayangan itu lagi. Tak lama kemudian terjadi bencana angin kencang yang membuat dedaunan memasuki area kolam renang. Sang istri pun naik melalui anak tangga kolam renang. Namun betapa terkejutnya ia tatkala ia naik, ternyata dirinya menginjak sebuah bangkai mayat manusia Belanda dengan tubuh tinggi dan besar.

“Kisah itu memang benar saya pernah dengar. Jalan satu-satunya ya harus dilarung ke laut selatan itu Patung Meneer Van Debosh. Dibersihkan, diritualkan dan didoakan. Mayat ini kan sebenarnya Meneer Van Debosh, dan patungnya itu kan dulu ceritanya replika dirinya kan. Ya makannya ini ada hubungannya.” Kata Kang Masrukhan.

Memang benar, akhirnya keluarga ini melarung patung tersebut ke laut selatan. Namun sebagai syarat, sang arwah meminta agar diberikan sesajen berupa kembang tujuh taman yang dilarung ke laut selatan di setiap malam 1 suro.

“Biasanya memang ada syarat, karena kalau tidak ya arwahnya balik lagi terus meneror lagi. Cuma memang untuk mengusirnya perlu adanya pagar ghaib di dalam rumah tersebut, kalau tidak ya dengan mudah arwah Meneer Van Debosh ini balik lagi, soalnya matinya dulu disitu. Mati nggak wajar pula,” pungkas Kang Masrukhan.

 

1,439 total views, 2 views today