Kisah Mbah Kijem, Menyepi di Goa Laut Selatan Selama Setengah Abad

0
2251

Kisah Mbah Kijem, Menyepi di Goa Laut Selatan Selama Setengah Abad – Dialah Mbah Kijem, seorang wanita tua paruh baya berusia 67 tahun yang sudah menghabiskan setengah abad lamanya di dalam Goa Laut Selatan. Sejak tahun 1968 dirinya sudah memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu hidupnya di dalam Goa Langse, tepatnya di daerah Desa Giricahyo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Apa alasan Mbah ‘Ngatijem’ atau Kijem hingga mau menghabiskan indahnya kehidupan di dalam Goa Laut Selatan tersebut? Padahal Goa ini sangat jauh dari jangkauan manusia? Mari simak kisah Mbah Kijem selengkapnya.

Awal kisah Mbah Ngatijem ini bermula sebelum tahun 1968 yang ketika itu dirinya tengah melakukan ritual di Goa Cerme yang terletak di Gunung Kidul juga. Setelah ritual beberapa hari di Goa Cerme, Mbah Ngatijem mengaku bahwa dirinya mendapat petunjuk atau wangsit agar tinggal selama beberapa hari atau beberapa bulan saja di Goa Langse. Setelah itulah di tahun 1968 mbah Kijem memutuskan untuk datang ke Goa Langse sesuai yang diamanatkan oleh bisikan ghaib saat ritual.

Kisah Mbah Kijem memang sangat langka. Berada jauh dari jangkauan manusia, bahkan dengan medan yang amat terjal dan susah untuk didatangi langkah mbah Kijem untuk tetap ada di Goa Laut Selatan itu tidak surut. Para pengunjung yang ingin datang ke Goa ini harus menapaki jalan terjal, tebung dan jurang yang amat mengerikan. Goa yang terletak di pantai timur Parangtritis ini dikenal cukup angker karena banyak para petapa melakukan meditasi di sana untuk meminta bantuan agar hajatnya segera terkabul. Mulai dari meminta pesugihan, pengasihan, kesejahteraan, meminta agar cepat dikaruniai anak, dan lain sebagainya.

Goa Langse, Goa Spiritual dan Pemujaan Nyo Roro Kidul

Didalam Goa Langse ini terdapat patung Nyi Roro Kidul untuk pemujaan dan sebagai tempat spiritual memanjatkan doa agar segera terkabulkan menurut kepercayaan orang Jawa. Mbah Ngatijem mengaku bahwa setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon Goa Laut Selatan ini begitu ramai dikunjungi untuk meminta bantuan. Di malam-malam itulah kata Mbah Kijem seseorang bisa ditemui oleh Nyi Roro Kidul untuk meminta bantuan, asalkan niatnya baik.

Goa Langse memiliki kedalaman 3 km untuk bisa masuk dan melakukan ritual. Namun Mbah Kijem mengaku dirinya tidak pernah ditemui Nyi Roro Kidul meski sekali pun. Dirinya hanya disuruh untuk melayani sang pengunjung yang melakukan ritual atau meditasi. Mulai dari memasak makanan, menyiapkan minuman dan tetap tinggal di Goa ini selama dirinya mampu. Mbah Ngatijem mengatakan bahwa alasan Nyi Roro Kidul tidak menemuinya adalah dirinya hanya manusia biasa yang tidak mungkin ditemui oleh sang Ratu Penguasa. Mbah Ngatijem mendedikasikan diri sebagai pelayan dan penunggu Goa Langse saja, tidak lebih.

Tak banyak yang diminta oleh Mbah Ngatijem, dirinya hanya meminta keselamatan saja. Dirinya juga meminta agar anak cucunya diberikan kesehatan, keselamatan, diberikan kepandaian dan kesuksesan dalam hidup. Dengan senter dan penerangan seadanya, mbah Kijem bertahan hidup selama ini. Bahkan jika sang petapa yang sudah berhasil mencapai hajatnya biasanya akan melakukan syukuran dengan memotong ayam dan nasi tumpeng. Mbah Ngatijem lah yang menyiapkan masakan untuk acara syukuran tersebut.

Cobaan hidup lah yang mendorong Mbah Kijem untuk tinggal di dalam Goa Langse, bahkan sebelum Goa Langse dirinya juga pernah menghuni dua Goa di daerah Gunung Kidul. Dirinya mengaku mendapat ketenangan di dalam Goa Langse ini, dimana dia ikhlas dalam membantu orang yang datang. Jika ada pengunjung yang berbelas kasih padanya, Mbah Ngatijem pun diberikan sumbangan berupa uang. Mbah Ngatijem pun tidak memaksa para pengunjung memberikan uang padanya.

Mbah Ngatijem ditemani seorang anjing peliharaannya yang ia beri nama Bambang. Sejak anjing itu berumur 15 Hari dirinya sudah membelinya dan merawatnya hingga saat ini. keseharian mbah Kijem dihabiskan untuk tidur, membersihkan Goa dan melakukan kegiatan pada umumnya seperti memasak, mencari kayu bakar dan merebus air untuk minum. Sungguh cerita hidup manusia yang luar biasa.

 

4,221 total views, 4 views today