Kebakaran Stasiun Klender, Kang Masrukhan Ingatkan Kembali Tragedi Mei 1998

874
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Kebakaran Stasiun Klender, Kang Masrukhan Ingatkan Kembali Tragedi Mei 1998 – Tanggal 19 Mei 2017 kemarin merupakan hari naas bagi kota Jakarta. Pasalnya, sebuah statiun yang menghubungkan beberapa KRL di Jabodetabek dan juga KRL Jarak Jauh tersebut terbakar. Stasiun Klender mengalami kebakaran setelah diduga sumber api dari arah gudang stasiun Klender pada npukul 07.15 WIB dan menyebar hingga seluruh area stasiun. Namun sigapnya petugas kebakaran memadamkan kebakaran pada pukul 08.05 WIB. Dampak dari kebakaran stasiun ini masih tersisa hingga saat ini dengan terganggunya beberapa KRL. Mekanisme persinyalan manual pun dilakukan untuk mengatur perjalanan KRL.

Kejadian kebakaran stasiun Klender ini mengingatkan kita pada tragedi Mei 1998 dimana api membumi hanguskan kota Jakarta dan menumbangkan banyak korban tewas. Terbunuhnya 4 mahasiswa Trisakti hingga pembantaian terhadap etnis Tionghoa di daerah Klender, Jakarta Timur. Begitu memilukan keadaan Jakarta kala itu, dan kini kebakaran pun terulang lagi dimana ini murni kecelakaan, bukan karena aksi teror.

Kang Masrukhan, seorang pakar Ilmu Spiritual memberikan komentarnya terkait kejadian kebakaran Stasiun Klender. Beliau menyampaikan bahwa kejadian ini erat kaitannya dengan tragedi Mei 1998 yang berkaitan juga dengan kobaran api. Bersama Tim Majalah Parapsikologi beliau memaparkan komentarnya.

“Kejadian Kebakaran Stasiun Klender ini mengingatkan saya pada tragedi Mei 1998 dimana api juga membakar Jakarta. Sudah 19 tahun lamanya kejadian itu dan saya masih sekolah waktu itu. Kejadian ini memang mencekam di Jakarta meski di daerah lain adem ayem. Tapi yang namanya ibukota ada geger seperti itu ya tetap ada kekhawatiran. Saya berdoa di pusara kakek saya Mbah Supardi waktu itu, saya disuruh puasa mutih 3 hari. Saya lakukan betul, kata mbah Supardi lewat mimpi puasa itu guna mewujudkan keamanan dan kedamaian di Jakarta”, kata Kang Masrukhan.

Pada 14 Mei 1998, Mal Klender yang kala itu terkenal dengan nama Yogya Plaza di era itu menjadi saksi bisu kerusuhan yang memakan warga sipil. Ketika sebagian massa sedang menjarah, sebagian lagi melakukan pembakaran. Ketika api membesar, cukup banyak warga yang terjebak.

Puluhan tewas karena melompat dari lantai satu, dua, atau tiga untuk menyelamatkan diri. Sebagian korban lain pingsan disergap asap dan kemudian tewas terpanggang. Evakuasi di Plaza Sentral Klender, Jumat 15 Mei 1998, dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Ada 118 jasad yang ditemukan hangus. Meski kebakaran stasiun Klender tidak sehebat kebakaran waktu itu namun cukup membuat warga Jakarta heboh.

“Isu adanya aksi menjelang Hari Kebangkitan Nasional juga kan membuat banyak warga panik. Aksi masa kala itu menimbulkan traumatik tersendiri saya rasa secara psikologis. Jadi orang menerka-nerka, mungkin kebakaran stasiun klender adalah pertanda buruk dengan keadaan NKRI saat ini. Kita tau betul kan isu SARA, pilkada dan kasus Ahok cukup menggemparkan Jakarta. Ya kita sama-sama berdoa lah, semoga Jakarta, semoga Indonesia menjadi negara yang damai dan aman bagi semua”, tambah Kang Masrukhan.

Apakah ada hubungan tragedi Mei dengan kebakaran di stasiun Klender?

“Semua adalah kehendak Tuhan. Namun saya rasa memang ada aura negatif di area Klender masih sangat kuat sehingga memicu adanya kejadian-kejadian naas yang tejadi di daerah Jakarta Timur ini. Mall Klender itu salah satunya dan masih banyak juga roh-roh korban yang terbakar masih menangis pilu disana”, ujar Kang Masrukhan.

1,709 total views, 6 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib