Keajaiban Tongkat Sunan Kalijaga, Kisah Karomah Sunan Kalijaga

0
1862

Keajaiban Tongkat Sunan Kalijaga, Kisah Karomah Sunan Kalijaga – Kisah Karomah Sunan Kalijaga memang begitu banyak versinya, karena memang begitu banyak karomah yang beliau miliki. Sang Sunan yang membawa Islam hingga besar di daerah Pulau Jawa ini memiliki banyak warisan untuk para umat Islam, diantaranya Ilmu Ilmu Kejawen, Ilmu Kebatinan dan Ilmu-Ilmu Spiritual serta Ilmu Hikmah. Selain itu juga meninggalkan pusaka pusaka bertuah seperti keris, rompi Ontokusumo, tasbih kayu bertuah serta tongkat sakti. Nah, yang akan dibahas dalam artikel ini adalah mengenai tongkat Sunan Kalijaga yang menjadi salah satu karomah sang Wali.

Tongkat Sunan Kalijaga ini punya kisah unik dan menakjubkan, dimana Masjid Kedondong yang terletak di Yogyakarta lah yang menjadi saksi sejarahnya. Sebuah masjid di wilayah Semaken 1, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi masjid tertua di Kulon Progo. menurut cerita turun temurun, masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Kalijaga itu dibangun sebelum Masjid Demak.

Di sekitar area Masjid Kedondong terdapat sebuah sungai bernama sunga Tinalah yang dahulu digunakan Sunan Kalijaga untuk beristirahat dari pengembaraannya dalam menyebarkan agama Islam. Saat itulah, Sunan Kalijaga meminta muridnya yang bernama Adipati Terung untuk membangun masjid. Sunan Kalijaga menandai lokasi dengan menancapkan tongkatnya untuk dibangun masjid. Disinilah awal kisah keajaiban Tongkat Sunan Kalijaga.

Tongkat Sunan Kalijaga Berubah Wujud Menjadi Pohon Angsana

Setelah Sunan Kalijaga memerintahkan Adipati Terung, beliau meletakkan tongkatnya di sebuah tanah di bagian timur sungai yang disebut sebagai tetenger atau tanda dibangunnya sebuah bangunan masjid. Setelah menancapkan tongkat ke tanah, Sunan Kalijaga kemudian memutuskan kembali ke Demak karena ada sebuah urusan yang penting dan beliau pun berjanji untuk kembali ke daerah itu guna melihat masjid yang sudah terbangun.

Namun sayangnya tongkat Sunan Kalijaga yang digunakan sebagai Tetenger ini tidak dihiraukan oleh muridnya. Setelah mendapat perintah dari Sunan Kalijaga itu lalu Adipati Terung meneliti tanda tau tetenger (pembangunan) dari Sunan Kalijaga. Setelah diteliti, tongkat itu dekat dengan sungai. Adipati Terung lalu berpikir masjid nanti bisa terkikis oleh Sungai Tinalah tersebut. Oleh Adipati Terung, tanda itu digeser agak ke timur sekitar 100 meter dari tetenger. Bangunan masjid akhirnya didirikan tidak sesuai anjuran Sunan Kalijaga.

Setelah kembali ke daerah tersebut dan mengetahui bahwa masjid yang dibangun tidak sesuai dengan perintah Sunan Kalijaga, maka beliaupun kecewa. Masjid belum selesai dan belum diberi atap. Ia berkata ‘bodho temen opo wis tak tetenger ora dilaksanakan masjid ora dikei tutup atau atap ( bodoh sekali, udah dikasih tanda tidak dilaksanakan, masjid ga dikasih atap)’, akhirnya bagian atas masjid diberi daun alang-alang sebagai pengganti atapnya. Karena sikap Adipati Terung yang tidak mendengarkan perintah Sunan Kalijaga itu, ia lalu dikenal dengan sebutan nama Adipati Bodho atau Panembahan Bodho.

Menurut pengurus Masjid Kedondong, Tongkat Sunan Kalijaga yang dahulu digunakan sebagai tetenger pun masih sampai sekarang. Bahkan tingkat ajaib itu kini berubah menjadi pohon Angsana yang dapat dilihat dari area Masjid dan tumbuh begitu subur. Pasalnya, saat ini lokasi tetenger dari Sunan Kalijaga juga masih jauh dari Sungai Tinalah. Bahkan, di dekat tetenger itu juga muncul belik atau mata air yang hingga saat ini airnya masih keluar. Luar biasa bukan?

Itulah keajaiban tongkat Sunan Kalijaga sebagai kisah karomah Wali songo sang Sunan Kalijaga. Jika Anda tertarik menguasai ilmu Sunan Kalijaga atau ingin memiliki benda koleksi Sunan Kalijaga, SILAHKAN KLIK DIBAWAH INI!

1,395 total views, 9 views today