Kang Masrukhan Pakar Spiritual : Isu SARA Hanya Dilakukan Negara Primitif

686
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Kang Masrukhan Pakar Spiritual : Isu SARA Hanya Dilakukan Negara Primitif – SARA menjadi isu paling hangat saat ini. Kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi sorotan diberbagai pihak. Adalah Kang Masrukhan, seorang Pakar Spiritual yang telah lama berkecimpung dalam bidang Ilmu Spiritual dan Supranatural ini turut berkomentar mengenai isu SARA yang menggemparkan Indonesia. Menurutnya, Agama Islam yang dipeluknya sejak lahir ini bukan seperti yang saat ini terjadi. Agama bukan sepantasnya dijadikan alat merebut kekuasaan, bukan alat politik dan bukan untuk menggulingkan lawan.

Ditemui tim majalah Parapsikologi, Kang Masrukhan turut berbicara mengenai kondisi politik dan Agama di Indonesia saat ini. Isu SARA yang terus masuk dalam dunia politik menambah semakin runyam masalah di negeri ini. Banyak orang yang menggunakan Agama sebagai pencitraan paling ampuh saat ia hendak menjabat sebagai salah satu penguasa di negeri ini.

“Menengok Pilkada Jakarta, saya cukup terganggu dengan aksi-aksi yang sebetulnya tidak perlu lah ya. Membuat rusuh dimana-mana, menebar kebencian di mana-mana. Media sosial isinya celaan, makian dan fitnah yang belum tentu benarnya. Setiap buka media sosial saya itu hanya bisa istighfar. Sedih saya lihat kondisi kaum Islam saat ini. Seperti ada perang antar Agama. Disudahi saja sebaiknya.” Ucap Kang Masrukhan

Mengenai Kasus Penistaan Agama, Bagaimana Komentar Anda Kang?

“Ya itu kan sudah diatasi pihak berwajib. Sudah disidang dan tinggal nunggu keputusan Hakim. Kalau memang Ahok nanti divonis tak bersalah ya kita harus terima. Ini kan negara Hukum, jadi jangan sok membela Agama dengan demo. Agama tak perlu dibela kok, Islam itu benar. Mau disalah-salahkan seperti apapun Islam selalu benar. Islam itu melindungi kita dari Api Neraka, bukan kita yang melindungi Islam kan ya,” Kata Kang Masrukhan

Menurut Kang Masrukhan, Ilmu Spiritual yang ia geluti selama ini tetap berpegang pada toleransi. Bahkan banyak orang non muslim yang turut belajar Ilmu Spiritual.

“Banyak klien saya yang non muslim, tapi mereka tertarik juga belajar ilmu spiritual. Karena apa? Saya tidak membedakan agama mereka, saya welcome saja wong niatnya baik. Sebenarnya jika kita bersikap baik, bisa toleransi justru mereka akan menilai bahwa umat Islam itu rahmatan lil alamin. Orangnya ramah, dan bisa menerima perbedaan. Siapa tahu mereka tertarik masuk Islam. Nah justru sebaiknya kita berdakwah dengan toleransi sebenarnya. Banyak juga klien yang akhirnya memutuskan memeluk Islam. Saya bersyukur sekali.” Jelas Kang Masrukhan.

Keadaan politik di negeri ini membuat Kang Masrukhan sangat menyayangkan. Agama Islam tidaklah rasis seperti itu, Islam itu mengajak, mendidik dan sangat toleransi. Tidak semena-mena dan tidak anarki.

“Saya orang NU, dan saya menghargai semua Agama di Indonesia,” tutup Kang Masrukhan.

1,126 total views, 2 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib