Kang Masrukhan : Biarkan Anies Sandiaga Bekerja Rakyat Tenang Dulu

1577
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Kang Masrukhan : Biarkan Anies Sandiaga Bekerja Rakyat Tenang Dulu – Huru Hara Pilkada DKI Jakarta sepanjang tahun 2017 telah berakhir dan menjadikan Anies Baswedan – Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Setelah pelantikan pada 16 Oktober 2017 lalu, Anies dan Sandi mulai bekerja sebagai pelayan rakyat DKI. Namun apa yang terjadi? Ternyata pasca pelantikan itu tak ada kedamaian di ibukota. Belum ada rekonsiliasi dari kedua belah pihak pendukung pasangan Basuki – Djarot dan Anies – Sandi. Hal ini membuat ibukota semakin runyam karena masyarakat selalu membandingkan era Basuki Djarot dan era Anies Sandiaga.

Banyak issu, banyak fitnah dan banyak hujatan yang mengarah pada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Seakan segala yang diperbuat Anies Sandiaga selalu salah dimata masyarakat DKI, dan uniknya lagi warga di luar DKI pun banyak yang ikut menghujat. Fenomena ini sangat aneh, padahal kedua pasangan pemimpin DKI itu telah dipilih sebanyak 57,96 persen suara. Namun prosentase ini tak menunjukkan dukungan penuh atas kepemimpinan mereka.

Fenomena Hujatan Anies Sandiaga Membuat DKI Makin Runyam

Memang, kekalahan Ahok Djarot pada Pilkada DKI 2017 menimbulkan kontroversi karena mengusung SARA. Namun terlepas dari semua itu kenyataan mengatakan bahwa Anies Sandiaga lah yang sekarang menjadi pemimpin DKI. Fenomena hujatan dan rasa psimis warga DKI ini pun mengundang respon dari paranormal kondang asal Kudus, Kang Masrukhan. Beliau mengatakan bahwa keributan pasca Pilkada seharusnya tak usah terjadi.

“Ya, seharusnya tak perlu lah. Ini hanya membuat gaduh dan bertambah ribut saja. Masalah DKI itu begitu kompleks, jadi perlu kerjasama yang baik dari semua pihak. Saya memang bukan warga DKI asli tapi saya selalu praktek di Jakarta setiap bulan jadi sedikit banyak saya tahu lah kondisi ibukota. Mari kita dukung Pak Anies Sandiaga dulu, jangan dihujat dulu. Baru saja dilantik kok, kasih waktu lah untuk bekerja. Soal Janji Janji pasti nanti keliahatan dia bohong atau tidak. Kalau bohong ya boleh ribut-ribut, tapi kalau nanti terealisasi kan malah bagus”, ungkap Kang Masrukhan.

Kang Masrukhan juga mengatakan bahwa kalah menang dalam Pilkada itu biasa, yang jadi luar biasa adalah ketika yang terpilih itu membohongi rakyat pasca terpilih. Jakarta harus lebih baik dan lebih baik lagi. Kalau mengalami kemunduran, berarti Gubernur dan Wakil Gubernur ya wajib diganti.

“Ya ganti saja nanti kalau memang tak bisa memenuhi janji, kan negara ini negara demokrasi. Semua ada di tangan rakyat, tapi rakyat Indonesia perlu di edukasi menjadi bosnya pejabat. Selama ini rakyat selalu dibumbui selalu dikompori dengan isu dan sentiment SARA. Jadi ya begini, meski namanya negara demokrasi namun tetap bisa dibelokkan, diarahkan oleh orang yang punya kepentingan pribadi”, tambah Kang Masrukhan.

Dalam wawancara ini Kang Masrukhan juga menyatakan jika kepemimpinan Anies Sandiaga sehebat apapun namun rakyat tidak mendukung maka hasilnya sama saja. Jadi seandainya Jakarta nanti tak sebagus era Ahok bukan semuanya salah Gubernur, namun rakyat juga mempengaruhi. Tapi secara umum sebagai Gubernur Anies dan Sandi harus cerdas dan bisa memberi solusi. Jangan menggunakan hal lain sebagai kambing hitam atas kelebihan dan kelemahan kepemimpinannya kelak.

Demikian komentar Kang Masrukhan tentang pelantikan Anies Sandiaga yang harus melalui jalan terjal karena banyak masyarakat yang tak menyukainya.

 

2,345 total views, 2 views today

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib