Jika Tragedi Mei 1998 Terungkap, Ini yang Akan Terjadi dengan NKRI

0
1340

Jika Tragedi Mei 1998 Terungkap, Ini yang Akan Terjadi dengan NKRI – Masih ingatkah anda dengan tragedi Mei tahun 1998? Tragedi kerusuhan yang terjadi di Jakarta tepatnya pada 13-15 Mei 1998 ini mengorbankan banyak manusia tak berdosa. Indonesia sangat mencekam kala itu. Tragedi aksi teror bagi etnis Tionghoa dair kaum intoleran. Presiden Kala itu adalah Soeharto yang diturunkan dari Jabatannya akibat aksi masa. Kemudian tampuk pemerintahan dipegang oleh sang wakil Presiden yang kala itu adalah BJ. Habibie dan kemudian secara resmi diangkat sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998.

Banyak kaum wanita Tionghoa yang dilecehkan dan diperkosa, banyak korban nyawa yang diawali dengab terbunuhnya 4 Mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998. Tragedi Mei 1998 yang amat memilukan itu hingga kini tidak terpecahkan. Sampai era Jokowi saat ini, tragedi itu mulai dikuak. Adanya banyak permasalahan politik di Indonesia membuat kasus teror ini terbengkalai. Namun, BJ Habibie pada 9 Mei 2017 lalu menyatakan akan segera memberikan berkas dan dokumen Tragedi Mei tahun 1998 kepada presiden Jokowi untuk segera diusut.

Saat menjadi presiden, Habibie meminta pihak keluarga dan pendamping korban peristiwa tersebut  untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tragedi kemanusiaan itu. Peristiwa ini penting untuk diusut mengingat banyak ketidak adilan di negeri ini pasca kasus vonis Ahok (Ahok juga keturunan Tionghoa). NKRI dirasa mulai terancam Kebhinekaan –nya dan banyak pihak yang ingin memecah belah. Tentu pemerintah RI tidak ingin tragedi Mei 1998 terulang kembali.

Seiring Terungkapnya Tragedi Mei 1998, apa yang akan terjadi pada Indonesia?

Tertarik dengan isu politik tentang diusutnya Tragedi Mei 1998, Tim Majalah Parapsikologi ingin berbagi berita dengan anda. Adalah Kang Masrukhan, seorang pakar ilmu Spiritual yang kami ingin dengar pendapatnya mengenai aksi teror 19 tahun lalu itu. Ini dia prediksi Kang Masrukhan tentang negeri ini jika kasus kerusuhan pada Mei 1998 terungkap.

“Tragedi Mei 1998 ya. Masih ingat di pikiran saya kala itu saya masih muda dan hanya mendengar dari berita dan kata orang-orang tua saja. Saya waktu itu masih menempa ilmu di pondok pesantren jadi kurang tahu dunia luar. Namun kalau yang saya amati, tragedi ini muncul akibat aksi masa intoleran yang ingin menyembulkan isu SARA sehingga menjadi alasan untuk memecah belah NKRI. Kalau sampai kasus SARA agama yang menimpa Ahok ini dibiarkan saja, ya itu nanti ujungnya sama kayak tragedi Mei itu. Namun karena jaman sudah berkembang ya perangnya beda, perang halus dan banyak serigala berbulu domba sekarang ini. Sok negarawan tapi musuh sebenarnya. Ya itu tadi, konflik kepentingan”, kata Kang Masrukhan

Lalu, apakah kasus tragedi Mei 1998 ini akan menemui titik terang?

“Yang saya lihat dari mata batin saya Indonesia tidak akan bergerak maju, berat langkahnya. Masyarakatnya susah diajak maju. Maju mempertahankan NKRI yang tak ada ujungnya, karena isu SARA akan terus muncul sampai kapanpun SARA akan jadi masalah di negeri majemuk ini. Musuh makin banyak ini, hati-hati saja dan mari kita doakan para pemimpin kita, bapak presiden dan semua birokrasinya sukses, selamat dan diberi kekuatan. Tetap sabar dan tawakkal kepada Yang Maha Kuasa (sambil memejamkan mata membaca Al Fatihah)”, pungkas Kang Masrukhan

2,471 total views, 4 views today