Hubungan Presiden Soeharto dengan Kembang Wijaya Kusuma dan Kayu Cendana

0
3505

Hubungan Presiden Soeharto dengan Kembang Wijaya Kusuma dan Kayu Cendana – Bunga Wijaya Kusuma, sebuah bunga khas Indonesia yang memiliki kisah misteri dan penuh dengan mitos. Bunga berwarna putih bak bunga melati ini erat kaitannya dengan Ratu Pantai Selatan. Wijaya Kusuma adalah lambang bunga Nusantara, lambang kekuasan atau tahta sang penguasa. Bahkan dalam dunia pewayangan jaman dahulu diceritakan bahwa Kembang Wijaya Kusuma merupakan senjata dari Prabu kreshna dan lambang senjata Kerjaan Dwarawati.

Lalu, apa saja mitos dibalik kembang Wijaya Kusuma? Ada sekitar lima mitos seputar bunga tersebut diantaranya yaitu kisah seseorang yang sangat ingin memiliki kekuasaan dan tak pernah mendapatkannya. Sebagai syarat, dirinya harus memiliki bunga wijaya kusuma ini. Selain itu, bunga ini pun menjadi sebuah syarat jika seseorang ingin memiliki banyak kekayaan atau lancar rezeki. Mitos Kembang Wijayakusuma ini erat kaitannya dengan Presiden Soeharto. Bagaimana bisa? Mari kita lihat kisah mistis hubungan Presiden Soeharto dengan Kembang Wijaya Kusuma dan Kayu Cendana.

Kembang Wijaya Kusuma, Syarat Ilmu Spiritual Presiden Soeharto

Kembang Wijaya Kusuma berawal dari kisah ilmu spiritual yang dimiliki Soeharto. Ilmu spiritual mantan Presiden kedua RI, Soeharto, semakin tinggi dan dalam setelah bertemu dengan perwira menengah Angkatan Darat, Mesran Hadi Prayitno. Kala itu, Mesran menyarankan Soeharto untuk bertemu dengan Raden Panji Soedijat Prawirokoesoemo. Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Rama Dijat ini adalah guru kebatinan Jawa yang amat terkenal.

Ternyata sosok Rama Dijat adalah seorang pria misterius yang pernah ditemui presiden Soeharto saat beliau berziarah ke makam leluhur Raja Majapahit di situs Trowulan. Ketika itu presiden Soeharto melihat sosok pria yang tengah bermeditasi dan pria itu seperti tengah berkomunikasi dengan alam lain / alam ghaib. Melihat sosok tersebut Soeharto tertarik, kagum dan terkesan, namun Soeharto tak bisa menyapa seseorang itu karena keburu pergi.

Pada pertemuan Klaten itu, Soeharto langsung menyatakan diri menjadi murid Rama Dijat. Soeharto pun hampir tidak pernah absen mengikuti sarasehan di rumah Rama Dijat, Jalan Sriwijaya 70, Semarang. Ia pun bertandang ke rumah Rama Dijat untuk berkonsultasi. Dari sinilah akhirnya berhembus kabar adanya syarat Kembang Wijaya Kusuma yang erat kaitannya dengan Presiden Soeharto.

Dalam kisah pewayangan, kembang wijaya kusuma adalah senjata Kresna. Dengan bentuk kecil-kecil, bunga wijayakusuma dipercaya memberi tanda negara bakal baik. Setelah Soedjono dan Rama Dijat mendapatkannya, pohon ini ditanam di Cendana, Keraton Solo, dan rumah Soedjono. Jika dilihat dari mitos dimana kembang wijaya kusuma, tak heran jika kekuasaan Soeharto di Indonesia adalah yang paling lama yaitu selama 32 tahun. Selain itu sosok Soeharto juga dikatakan sebagai presiden yang memiliki kekayaan paling tinggi selama ia berkuasa.

8,199 total views, 3 views today