Harta Karun Soekarno di Bank Swiss Capai 1,74 Triliun, Hoax atau Fakta?

0
2836

Harta Karun Soekarno di Bank Swiss Capai 1,74 Triliun, Hoax atau Fakta? – Cerita tentang Harta Karun peninggalan Presiden Soekarno tak hanya membuat gaduh suasana di Tanah Air, namun juga menghebohkan dunia. Sebuah bank di Swiss bernama UBS dikabarkan menyimpan harta Soekarno hingga mencapai jumlah 1,74 Trilliun Rupiah. Jumlah yang tentu tidak sedikit jika dibandingkan dengan uang di kala itu (jaman Presiden Soekarno masih hidup). Kini misteri harta Karun Soekarno di bank Swiss ini menjadi hangat diperbincangkan kembali.

Issue tentang harta karun Soekarno di Bank Swiss mencuat setelah pada Desember 2012, sebuah koran di Austria bernama “Kronen Zeitung” menuliskan artikel yang bertajuk “Harta Karun presiden Soekarno di Bank UBS (Union Bank of Switzerland) mencapai senilai US$180 juta atau 1,74 Trilliun rupiah” (jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia). Sontak berita ini tersebar ke seluruh manca negara dan menggemparkan seluruh tanah Air.

Meski memang belum dijelaskan lebih lanjut tentang harta karun soekarno di bank Swiss itu disimpan dalam bentuk apa, apakah emas batangan atau dalam bentuk tabungan. Kronen Zeitung menurunkan berita soal harta Soekarno dalam dua edisi, yaitu tanggal 17 dan 19 Desember 2012. Dalam artikel berita heboh itu, wartawan penulisnya adalah Klaus Loibnegger yang mewawancarai seorang mediator keuangan asal Austria bernama Gustav Jobstmann.

Memang tak heran jika dihubungkan dengan sejarah bahwa saat sakit gagal ginjal, Presiden Soekarno memang pernah berobat ke Austria dan negara Eropa lainnya. Namun tidak mesti berita harta karun Soekarno di bank Swiss ini sontak layak dibenarkan. Bahkan nara sumber, Jobstmann mengaku bahwa dirinya punya barang bukti yang menguatkan adanya dana Soekarno di UBS. Jobstmann pun mengaku bahwa dirinya sudah menghubungi salah seorang keluarga Soekarno bernama Seno Edy Sukanto untuk membicarakan perihal harta itu. Namun Puan mengatakan, keluarganya justru tidak kenal dengan orang bernama Seno Edy Sukanto.

Dubes RI di Swiss : Harta Karun Soekarno Hanya Kabar Angin

Djoko Susilo, dubes Republik Indonesia untuk Swiss menyatakan bahwa Harta Karun Soekarno di bank swiss adalah kabar angin atau isapan jempol belaka. Hal ini hanya menjadi isu saja dan menjadi media kebohongan publik. Bahkan banyak juga yang memanfaatkan berita ini sebagai modus penipuan uang. Djoko pun kemudian menelusuri informasi itu. Ia bahkan menghubungi salah satu pejabat terkemuka di Bank UBS. Namun ternyata semua kabar tersebut tidak terbukti kebenarannya.

Menurut Dubes Indonesia tersebut Kronen Zeitung adalah sejenis koran kuning di Indonesia yang memberitakan lebih banyak berita sensasi ketimbang informatif. Jadi tidak perlu dipercaya 100%.

Misteri Harta Karun Soekarno di Bank Swiss menurut Kang Masrukhan (Pakar Ilmu Spiritual) menyatakan bahwa memang itu hanya sekedar sensasi atau hoax saja. Bisa jadi berita ini malah dijadikan sebagai ajang bagi paranormal untuk melakukan penipuan. Misalnya si paranormal menjanjikan adanya uang ghaib dari dana Hibah harta karun soekarno namun dengan syarat si klien harus membayar sejumlah uang untuk ritual. Itu akan menjadi sangat berbahaya lagi dan menimpulkan keresahan warga.

“Ya patut diwaspadai. Banyak paranormal palsu yang menggunakan modus ini sebagai cara mendapatkan uang. Karena kan kisah harta karun Soekarno di bank Swiss ini santer sekali terdengar dan dikenal sekali di masyarakat. Jadi perlu waspada, perlu waspada”, ucap Kang Masrukhan.

Itulah tentang mitos atau fakta dari kisah harta karun Soekarno di bank Swiss. Semoga bermanfaat dan salam sejahtera.

 

4,683 total views, 14 views today