Fenomena Transaksi Tuyul, Sebelum Anda Datang Bacalah ini!

0
4325
Fenomena Transaksi Tuyul, Sebelum Anda Datang Bacalah ini

Fenomena Transaksi Tuyul, Sebelum Anda Datang Bacalah ini! – Tuyul Adalah Karya Tuhan YME yang amat unik dan banyak dicari Orang dimasa kini. pesugihan Tuyul tidak asing lagi dimata masyarakat kita, jika kita kaji bersama di era yang serba mahal seperti sekarang ini, era modern dimana orang mengubah gaya hidupnya dari sederhana menjadi mewah. Gaya hidup saling memamerkan harta, persaingan dalam mengoleksi mobil mewah, perhiasan dan barang-barang antik yang harganya selangit memacu orang untuk mendapatkan kekayaan dengan cara praktis. Tak hanya itu, tingginya angka pengangguran karena perkembangan sumber daya manusia tak sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan membuat orang menjadi buta mata hati untuk melakukan tindak kriminal.

Salah satu fenomena yang meresahkan masyarakat adalah fenomena tuyul. Tak jarang orang memilih untuk memelihara tuyul karena cara ini dianggap lebih aman dari kejaran aparat yang berwajib karena menggunakan jalur kekuatan magis dan ilmu gaib. Mengapa dikatakan demikian? Karena tuyul termasuk makhluk tak kasat mata bagi orang dengan penglihatan yang biasa, namun bagi orang yang berilmu dan melakukan tirakat tentu bisa membuktikan keberadaan tuyul.

Tuyul bisa diperoleh dari seorang pawang tuyul, dimana orang yang ingin melakukan transaksi tuyul oleh sang pawang dianjurkan untuk melakukan tirakat berupa puasa mutih dan puasa pati geni. Puasa mutih adalah puasa yang dilakukan seperti biasanya namun ketika datang waktu berbuka yang boleh dimakan hanya makanan yang berwarna putih, yaitu nasi putih, bubur putih dan air putih. Puasa mutih dilakukan selama dua hari berturut-turut, sedangkan puasa patigeni dilakukan sehari saja.

Puasa pati geni merupakan puasa yang dilakukan tanpa makan, tanpa minum dan tanpa tidur selama sehari semalam penuh. Setelah tirakat, sang pawang mengajarkan ‘mantera’ khusus untuk memanggil keberadaan tuyul. Tak hanya itu, sesaji berupa bubur putih dan kembang boreh (kembang tujuh rupa), yuyu (hewan seperti ubur-ubur) dan kemenyan juga turut disajikan.

Apa yang terjadi setelah tirakat, pembacaan mantera dan penyerahan sesaji? Menurut para pelaku transaksi tuyul mereka mengaku wajah mereka seketika memerah, membara seperti api. Mereka melihat banyak sekali makhluk mungil yang disebut tuyul tersebut bermain-main dengan riangnya dengan yuyu dan menyantap bubur dengan lahapnya. Bagi seseorang yang tak melakukan tirakat, tentu fenomena ini tak bisa dilihat. Orang yang telah melakukan tirakat, berhak memilih tuyul mana yang dipilih dan jika tuyul telah tersentuh tangan manusia ia akan menjadi tunduk.

Dalam istilah jawa hal ini disebut “kamanungsan”. Menurut sang punya, tuyul hanya memiliki berat sekitar 5 kg saja, setara dengan bayi berumur satu tahun. Tuyul merupakan makhluk yang amat bodoh, dia harus melalui training terlebih dahulu sebelum melancarkan aksi pencurian. Oleh sang punya, tuyul ditunjukkan gambar uang seperti apa yang harus dicuri. Bahkan karena kebodohannya, si tuyul bisa saja mencuri uang sang majikan yang tak berada di tempat yang seharusnya ia menyetorkan uang. Tuyul mempunyai tempat khusus untuk meletakkan uang curiannya. Tuyul amat suka dengan mainan anak-anak, bangkai binatang kering dan juga kotoran-kotoran kering sehingga tak heran jika benda-benda tersebut turut dicurinya.

Perlu diketahui bahwa tuyul adalah makhluk halus yang sering menampakkan diri dalam bentuk anak kecil (mirip dengan manusia). Hal yang membedakan adalah tuyul memiliki bentuk kaki yang unik, ibu jarinya besar dan ke-empat jari lain terhubung dengan kulit yang amat tiis. Bisa dibayangkan itu seperti kaki bebek. Tumitnya berbentuk persesi, bukan bulat seperti manusia. Bentuk kaki yang demikian ini membuat tuyul suka berada pada tempat-tempat yang basah, suka bermain air seperti anak kecil.

Biasanya, sang majikan tidak boleh menjalankan syare’at agama dan ritual-ritual keagamaan, bahkan shalat fardhu sekalipun. Tak hanya majikan, namun juga seisi rumah yang ditempati tuyul tersebut. Karena konon katanya tuyul akan merasa lemas, tak berstamina dalam beraktivitas dan daya jelajahnya pun berkurang. Tuyul tersebut hanya mau beroperasi disekitar lokasi rumah majikannya saja, sedangkan tuyul dengan stamina yang bagus mampu beroperasi sampai 30 KM jauhnya. Tuyul sangat menghindari lokasi-lokasi yang sarat akan nafas religi serta tempat-tempat yang sering melakukan aktivitas keagamaan. Lalu, apakah resikonya seseorang memelihara tuyul?

Kata sang pawang tuyul, resiko dari seseorang yang memelihara tuyul hanyalah jika tuyul tersebut tertangkap oleh orang yang berilmu. Sang majikan akan selamat jika tuyul tersebut dibakar dan dimusnahkan, namun jika ternyata tuyul tersebut hanya ditangkap dan diamankan maka celakalah sang pemilik. Pemilik tersebut bisa dilaporkan pada yang berwajib dimana tuyul tersebut sebagai bukti otentiknya. Aneh memang, tapi begitulah adanya fenomena di masyarakat kita.

Perlu anda waspada dan berhati-hati jangan sampai anda dirugikan atau bahkan anda justru terinspirasi memelihara tuyul dan merugikan orang di sekitar anda. Resiko lainnya adalah resiko berat di akhirat kelak, urusannya tak lagi dengan manusia tetapi dengan Tuhan semesta alam. Disanalah pengadilan yang sebenarnya, yang seadil-adilnya. Jika sang majikan ingin mengembalikan atau tidak lagi memelihara tuyul caranya sangat mudah karena tuyul tak pernah menuntut ini dan itu. Jika ia tak lagi diperlukan dia akan pergi secara baik-baik dan mencari majikan baru.

3,148 total views, 1 views today