Enam Peneliti Ilmu Tenaga Dalam Ini Sangat Mendunia

0
2706

Enam Peneliti Ilmu Tenaga Dalam Ini Sangat Mendunia РSampai sejauh ini, ilmu Tenaga Dalam masih sering dikaji dan dibahas oleh masyarakat luas. Banyak yang mengungkap mengenai definisi, cara mengembangkan potensi tenaga dalam serta sejarah tenaga dalam. Apa dan bagaimana tenaga dalam sebenarnya? Hal tersebut kini hampir terjawab meski tak sepenuhnya. Berikut adalah enam orang ilmuwan yang menyumbangkan gagasan dan pemikirannya mengenai tenaga dalam lewat suatu penemuan yang luar biasa, dan mereka adalah :

  1. Keungrah

Ilmuwan asal Korea ini menyumbangkan ide nya mengenai teknik akupuntur. Penelitiannya mengenai jaringan meridian dan titik akupuntur memberikan sumbangan yang luar biasa dalam dunia kesehatan dengan pengobatan alternatif di korea. Pengobatan akupuntur ini segera meluas ke segala penjuru dunia. Penelitian Dr. Keungrah ini didasarkan pada aspek ilmu biokimia dan ilmu-ilmu pengetahuan lain yang terkait. Sejak tahun 1950-an sampai saat ini ilmu pengobatan melalui ilmu tenaga dalam ini cukup menggemparkan ilmu pengetahuan umum lainnya.

  1. Lin Hai

Berbeda dengan Dr. Keungrah, ilmuwan yang satu ini menyumbangkan idenya mengenai ilmu tenaga dalam Qigong. Ilmuwan asal China ini melakukan penelitian secara mendalam tentang ilmu Qigong, dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tenaga dalam memberikan gejala gejala sebagai berikut:

  • Mengalami peningkatan elektrostatis yaitu sebesar 10-14 sampai 10-15 Coulomb pada suatu subyek yang diberi tenaga dalam.
  • Memiliki sifat-sifat sinar Infra Red / IR yang mampu meningkatkan suhu/temperature
  • Membangkitkan arus listrik pada otot-otot tubuh orang yang memiliki tenaga dalam
  • Mempunyai ciri dan sifat-sifat magnetic
  1. Robert G. John

Pada penelitiannya di Amerika Serikat mengenai ilmu tenaga dalam, ilmuwan berkewarganegaraan Amerika asli ini memberikan gagasannya tentang fenomena psikis yang memang ada dan nyata serta unik. Keunikan dari fenomena psikis inilah yang menarik perhatian oleh para ilmuwan lain untuk terus mengembangkannya.

  1. Lie dan kawan-kawan

Sama halnya dengan Dr. Lin Hai, Dr. Lie juga berasal dari China. Namun mereka berbeda dalam hal penelitian tentang tenaga dalam. Dr. Lie lebih memilih air sebagai objek penelitiannya. Ilmuwan ini mengemukakan gagasannya dari hasil penelitiannya bahwa air yang telah diberikan tenaga dalam selama 1 sampai 2 menit membentuk suatu grafik Raman yang memberikan puncak-puncak pada grafik.

  1. Hariadi dan kawan-kawan

Bersama teman-teman satu Tim nya di Laboratorium PPPPTD (P4D) di Surabaya, Dr. Haraidi menggunakan kamera Aura 3000 melakukan pengamatan terhadap warna pancaran tubuh manusia. Para peneliti ini menggunakan objek para pengusada dimana variable yang diteliti meliputi sikap, nafas dan konsentrasi. Kemudian pada penelitian yang lain dari para ilmuwan ini yang menggunakan alat corona pada penderita penyakit. Tiga jari para pasien ini ternyata memiliki foto yang berbeda. Saat dilakukan penghusadaan, tiga jari tengah pasien mengalami loncatan oleh alat corona. Ternyata ada perubahan di tiga jari pasien sebelum dan sesudah pengobatan.

  1. Syafriyanur

Seorang Anggota Dewan Pelatih Pusat Satria Nusantara di Institute Parapsikology Utrecht Belanda melakukan percobaan menggunakan alat AMI. Alat ini dikembangkan oleh Hirosi Makoyama Jepang yang dimanfaatkan untuk mengukur fungsi dari meridian serta organ-organ dalam terkait. Alat ini juga mampu mengukur konduksi listrik, kapasitas dan polaritas dari struktur kulit serta cairan yang ada di dalam organ-organ tersebut. Hasil dari pengamatan dengan alat AMI ini berupa gambaran skematis dari keadaan energi di meridian dan fungsinya.

Di dalam penelitiannya tersebut sang ilmuwan, Syafriyanur merasa terheran ketika terjadi perubahan-perubahan gambar skematis pada objek yang ditelitinya. Perubahan tersebut adalah pada saat pengetesan pertama, adalah dalam keadaan biasa saja. Energi yang terukur dengan AMI sangat kecil. Kemudian pada pengetesan yang kedua, saat pernapasan duduk dengan irama segitiga sama sisi terlihat bahwa energi semakin besar dan mulai membentuk pola yang teratur pada gambar. Lanjut pada pengetesan yang terakhir bahwa setelah objek melakukan pernapasa jurus dasar selama 10 menit hasil gambar menunjukkan pola energi yang besar dan amat teratur. Percobaan ini sekaligus membuktikan bahwa pelatihan dari seni pernapasan tenaga dalam Satria Nusantara mampu menghimpun energi dari dalam serta dapat dikendalikan dengan baik tergantung dari niat awal dan perlakuannya.

Ke-enam ilmuwan tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi pada kita semua dan berharap bahwa ilmu tenaga dalam, terutama Satria Nusantara mampu dikembangkan dan menjadi suatu senjata efektif untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia Indonesia.

4,346 total views, 8 views today