Cerita Mistis Kang Masrukhan Soal Arca Manik, Batu Mistis Gunung Gede

0
1330

Cerita Mistis Kang Masrukhan Soal Arca Manik, Batu Mistis Gunung Gede – Wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor menjadi sebuah daerah yang kaya akan kisah mistis dan cerita klenik. Begitu banyak sejarah purbakala yang menyimpan cerita mistis tersendiri. Salah satu peninggalan sejarah purbakala yang tak kalah fenomenal penuh misteri yaitu Arca Manik yang ditemukan di wilayah Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Selain itu juga terdapat Arca Domas yang ditemukan di wilayah yang sama.

Kedua benda artefak purbakala ini disimpan di sebuah sekolah, yaitu di MTS Terpadu Yapisa Megamendung. Banyak orang mengatakan bahwa Arca batu Manik dan Arca Domas adalah Batu Gamelan. Namun bila kita tengok lebih dekat, Arca batu Manik tidak mirip sama sekali dengan gamelan bonang, bentuknya hanya seukuran separuh dari pelukan orang dewasa dengan warna hitam agak pekat. Tahukah anda misteri Arca ‘Batu’ Manik? Mari kita simak penuturan Kang Masrukhan seorang Pakar Ilmu Spiritual mengenai fenomena Batu Arca Manik dan Arca Domas.

Batu Arca Manik, Batu Mistis Berkhodam

“Arca Manik dan Arca Domas itu adalah dua buah batu yang ajaib. Kalau dilihat dengan kacamata supranatural, di dalam batu arca Manik itu ada penunggunya ya istilahnya khodam. Khodam itu bernama Dewi Kentring Manik, yang kerap berwujud seorang perempuan cantik tapi badannya berwujud ular”, tegas Kang Masrukhan.

Lalu, bagaimana sejarah Arca ‘Batu’ Manik disebut sebagai Batu Gamelan?

“Ya, ceritanya itu begini. Jika kita dengarkan dengan mata batin itu aneh. Arca Batu Manik ini mengeluarkan suara-suara semacam gamelan bonang di malam-malam tertentu. Malam Jumat Kliwon biasanya terdengar bunyi seperti itu, bahkan batu ini bisa berpindah tempat sendiri secara mistis. Ini Namanya fenomena ghaib dalam bentuk gerakan yang sebenarnya susah dipercaya namun terjadi betul itu”, kata Kang Masrukhan.

Memang, Arca ‘batu’ Manik ini dikenal sebagai arca misterius yang kental dengan klenik. Bahkan wakil kepala sekolah tempat dimana batu arca ini disimpan pernah mengalami kejadian aneh. “Dede Abdullah” (kepsek MTS Terpadu Yapisa Megamendung) mengaku pernah suatu malam mendengar bunyi gamelan bonang dari dalam arca tersebut. Dan keesokan paginya ia mendapati tangannya tak mampu bergerak (seperti lumpuh) dan ini terjadi selama 3 bulan lamanya. Bahkan, Dade pernah memindahkan batu Arca Manik dari ruang kepala sekolah ke ruang kelas. Akan tetapi, keesokan harinya batu tersebut pindah secara misterius ke tempat semula.

“Lho, ya otomatis pindah sendiri. Kan arca ‘Batu’ Manik dan Arca Domas itu dua benda mistik yang berkaitan jadi susah dipisahkan. Tidak boleh dipisahkan dan kalau dipisah ya balik lagi akan menyatu dan berjajar lagi. MTS Terpadi Yapisa di Megamendung itu dulunya kan bangunan Belanda, banyak kejadian aneh juga disitu. Hal ini adalah efek dari energi dalam arca tersebut. Namun tidak apa-apa yang penting semua berdoa, semua harus memiliki keyakinan dan energi spiritual perlindungan diri”, ujar Kang Masrukhan.

Sejarah Arca Manik Sebagai Situs Purbakala

Berdasarkan hasil penelitian beberapa arkeolog dari Indonesia maupun dari Belanda, batu Arca Manik dan Arca Domas tersebut diperkirakan berumur 2000 SM. Batu Arca ini pertamakali ditemukan oleh orang Belanda di kawasan Gunung Gede Pangrango. Kemudian dipindahkan dan disimpan di tempat mereka tinggal, yang kini menjadi sebuah MTS Yapisa. Bagi siapa pun yang mencoba merusak arca ini maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Bahkan batu ini akan berpindah tempat sendiri jika merasa ada yang hendak memusnahkannya atau berniat jahat.

Hingga kini Arca Batu Manik dan Arca Domas masih ada dalam almari yang diberi kaca di lokasi ruangan kepala sekolah MTS Terpadi Yapisa, Megamendung. Sekolah ini dulunya adalah rumah sang penemu, dan disitulah batu ini selamanya akan merasa aman dan tak mau lagi dipindah.

 

2,391 total views, 4 views today