Cerita Kujang Siliwangi Sampai Menjadi Pusaka Sakti Khas Jawa Barat

0
3241

Cerita Kujang Siliwangi Sampai Menjadi Pusaka Sakti Khas Jawa Barat – Kujang, sebuah pusaka yang kerap kali diburu oleh para kolektor benda pusaka. Pusaka ini merupakan milik Prabu Siliwangi, sang penguasa dari Kerajaan Pajajaran. Pusaka Kujang dinilai sebagai pusaka yang melambangkan kesaktian Prabu Siliwangi dalam mempertahankan tahtanya. Pusaka ini pun dijaga oleh ribuan khodam dan penunggu dari alam ghaib sehingga Kujang asli yang memang milik Prabu Siliwangi berada di alam ghaib. Khodam yang menjaga pusaka ini berasal dari bangsa jin agar pusaka ini tidak disalah gunakan oleh bangsa manusia yang memiliki niat jahat.

Kujang Siliwangi bisa ditarik dari alam ghaib, namun bukanlah kujang asli karena kujang yang dapat ditarik oleh para Pakar Ilmu Supranatural merupakan serpihan dari kekuatan-kekuatan pusaka itu dan terbagi menjadi bagian yang lebih kecil berbentuk kujang Siliwangi dan bisa dimiliki oleh orang yang berhati tulus, mampu menjaganya dengan baik dan memanfaatkannya dengan benar. Asal usul Kujang Siliwangi ini pun dijelaskan oleh Kang Masrukhan, seorang Pakar Supranatural.

Kisah Kujang Siliwangi, Pusaka Ampuh dari Jawa Barat

“Kujang Siliwangi itu kan ceritanya memang mistis sekali. Jadi Prabu Siliwangi itu kan Raja, seorang pemimpin yang sakti, berwibawa, memiliki ilmu supranatural tinggi dan sulit dikalahkan. Ceritanya kan dulu pusaka ini yang membuat Prabu Siliwangi menjadi sakti, menjadi berwibawa, menjadi kebal dan lain sebagainya. Hingga akhirnya Prabu Siliwangi ini kalah di tangan Sunan Kalijaga waktu itu sejarahnya karena Sunan Kalijaga menggunakan senjata dari Nyi Roro Kidul berupa Tombak Karera Reksa”, jelas Kang Masrukhan.

Sekilas tentang cerita kujang Siliwangi bahwa Prabu Siliwangi harus melaksanakan sebuah upacara ritual untuk menjaga tuah yang ada dalam Kujang Pusaka nya itu. Upacara ini disebut upacara serba. Di sebuah tempat yang ada di kawasan kerajaan Pajajaran, digunakan sebagai arena pertarungan dengan jawara-jawara di pulau Jawa. Awal mula tempat ini dijadikan tempat pertarungan karena pada suatu hari Prabu Kian Santang menemukan sebuah keris dan beliau mendapat amanat untuk menencapkannya pada sebuah batu sehingga dari batu tersebut keluarlah air lalu beliau disuruh mengikatkan keris tersebut pada sorbannya lalu keris tersebut dihanyutkan sehingga keris itu berhenti pada suatu tempat. Di tempat keris tersebut berhenti itulah Prabu Kian Santang akan menemukan lawannya.

Suatu ketika Prabu Kian Santang mengadakan pertarungan di tempat yang sama namun tak ada lawan yang mampu mengalahkannya. Hingga datanglah utusan Sayyidin Ali yaitu H. Mustafa untuk melawan Prabu Kian Santang. Akhirnya Prabu Kian Santang mampu dikalahkan. Setelah Prabu Kian Santang dikalahkan, H Mustafa memberikan amanat kepada beliau untuk pergi ke Tanah Suci untuk bertemu dengan Sayyidin Ali dan senjata-senjata Prabu Kian Santang kini ditinggalkan di museum Ciburuy termasuk pusaka Kujang Siliwangi yang sakti dan ampuh serta menjadi simbol pusaka di Jawa Barat.

 

5,735 total views, 6 views today