Benda Bertuah Peninggalan Sunan Kalijaga Berenergi Spiritual Sangat Tinggi

0
1221

Benda Bertuah Peninggalan Sunan Kalijaga Berenergi Spiritual Sangat Tinggi – Selain ilmu Kejawen, Ilmu Kanuragan, Ilmu Asmak dan sederet Ilmu Kebatinan lainnya, ternyata Sunan Kalijaga meninggalkan berbagai benda bertuah yang memiliki energi spiritual tinggi. Benda bertuah ini dipercaya masyarakat Jawa sebagai benda pusaka yang amat berharga. Benda benda ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk mahabbah, kewibawaan, untuk perlindungan diri/ keselamatan, untuk kadigdayaan dan kesuksesan hidup.

Adapun benda benda peninggalan Sunan Kalijaga ini meliputi Azimat Ontokusumo, Galih Kelor Kalijaga, Rajah Asmak Kalijaga, Mustika Begawan Langsih, Tasbih Dewandaru Kalijaga, Tasbih Stigi dan juga Tasbih Walikukun Kalijaga, dan Tongkat Kalimasada. Adalah Kang Masrukhan, seorang Pakar Ilmu Hikmah asal Kudus Jawa Tengah yang suka mengoleksi benda benda bertuah, dan beliau sangat gemar mempelajari Ilmu Kebatinan, khususnya Ilmu Kejawen Sunan Kalijaga.

8 Benda Bertuah Peninggalan Sunan Kalijaga

Benda benda bertuah peninggalan Sunan Kalijaga ini terdiri dari 7 benda, yang masing masing dapat dijelaskan sebagai berikut :

AZIMAT ONTOKUSUMO

Bukan sekedar azimat biasa, namun azimat peninggalan Sunan Kalijaga ini bisa digunakan untuk melindungi diri dari serangan musuh baik serangan fisik maupun serangan ghaib. Meski tuahnya sangat tinggi, Azimat Ontokusuma bukanlah sarana untuk menyombongkan diri. Azimat Ontokusuma sejatinya merupakan azimat perlindungan, sehingga manfaatnya akan muncul ketika dibutuhkan.

Tak jarang, bila suatu jimat kebal dipamerkan khasiatnya, justru ketika si pemilik jimat sangat membutuhkan, manfaat tersebut tidak muncul sama sekali. Sehingga lebih bijak bila Azimat Ontokusuma ini digunakan sebagaimana mestinya untuk menghindari keadaan terdesak dan berbahaya.

Kehebatan Jimat peninggalan Sunan Kalijaga ini adalah ada beberapa kejadian nyata diantaranya, ada pengguna Azimat Ontokusuma yang ketika dibacok tidak mengalami luka. Hanya bajunya saja yang robek terkoyak. Ada pula pemilik Azimat Ontokusuma yang kebetulan seorang wanita, ketika hendak diperkosa tiba-tiba si pemerkosa tersebut lumpuh tak berdaya. Bahkan ada seorang korban selamat kecelakaan kereta api yang hanya mengalami luka ringan, sementara korban-korban lain yang berada dalam kereta tersebut banyak yang tidak selamat.

TASBIH STIGI KALIJAGA

Peninggalan Sunan Kalijaga yang kedua adalah pusaka Tasbih Stigi yang asli terbuat dari kayu stigi. Sejak lama, Kayu Stigi telah menjadi salah satu kayu bertuah alami yang paling populer di dunia spiritual dan supranatural. Selain istimewa, Kayu Stigi juga dikenal langka. Pohon kayu ini hanya dapat ditemui di sejumlah pulau-pulau kecil seperti Karimun Jawa (Jepara dan Madura. Kayu Stigi asal Karimun Jawa cenderung berwarna hitam sedangkan Stigi Madura agak kemerah-merahan. Karena tumbuh pada tanah yang tergolong kurang subur dan berbatu, Kayu Stigi tumbuh terhimpit benda keras dan cenderung memiliki tekstur belang (tidak merata).

Secara umum, tasbih peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga sebagai Pusaka ini adalah untuk menumbuhkan aura kewibawaan, kharisma diri, untuk kesuksesan dan sarana untuk meningkatkan karier serta jabatan.

TASBIH DEWANDARU SUNAN KALIJAGA

Tasbih Dewandaru adalah tasbih bertuah yang terbuat dari Kayu Dewandaru. Khasiat atau keberkahan utamanya antara lain sebagai sarana penyempurna ilmu kanuragan, pembangkit daya pengasihan, pembangkit kharisma dan kewibawaan serta penangkal gangguan gaib. Nama Kayu Dewandaru yang terkenal beraroma khas ini dapat diartikan sebagai ‘pembawa wahyu dewa’ dalam Bahasa Jawa.

Dalam berbagai kisah pewayangan, baik yang berbahasa Jawa kuno maupun Sansekerta, Kayu Dewandaru banyak disebut dan diceritakan beserta khasiat-khasiatnya. Pohon Dewandaru sendiri termasuk ke dalam jenis tanaman perdu yang hidup menahun dengan tinggi batang mencapai lima meter. Batang Dewandaru cenderung tegak, berkayu dan berbentuk bulat dengan kulit berwarna coklat.

GALIH KELOR KALIJAGA

Peninggalan Sunan Kalijaga selanjutnya adalah Galih Kelor yang terbuat dari bahan kayu tua/ kayu kelor. Benda Pusaka bertuah ini mengandung tuah keselamatan, perlindungan, kedigdayaan supranatural serta peluntur ilmu hitam. Kayu bertuah ini secara khusus dipotong dari batang pohon kelor tua yang tumbuh di area petilasan Sunan Kalijaga. Karena berusia sangat tua, Galih Kelor Kalijaga berwarna lebih hitam gelap dibandingkan kayu kelor pada umumnya.

Galih Kelor Kalijaga ini tidak hanya istimewa karena tuahnya. Bahkan secara alami pun pohon kelor sudah mengandung manfaat tidak terbatas, sebab semua bagian pohon ini bisa digunakan sebagai obat. Tak jarang kelor juga disebut sebagai miracle tree atau pohon keajaiban.

MUSTIKA BEGAWAN LANGSIH

Peninggalan Sunan Kalijaga berikutnya adalah mustika Begawan langsih. Mustika ini memiliki khodam di dalamnya. Dinamakan Begawan Langsih karena khodam di dalamnya adalah seorang Begawan dari Goa Langsih. Goa Langsih pasti tidak lagi asing bagi Anda yang akrab dengan wisata spiritual. Sebab di goa inilah dulu Sunan Kalijaga berdiam semasa masih dijuluki Berandal Lokajaya.

Julukan tersebut melekat dari kisah beliau yang mencuri dari orang-orang kaya untuk kemudian membagikan hasilnya kepada rakyat miskin yang kelaparan. Di Goa Langsih ini pula Sunan Kalijaga pernah diwejang oleh Sunan Bonang, bahkan sejumlah santri Sunan Kalijaga pernah digembleng di sana.

TASBIH WALIKUKUN KALIJAGA

Benda bertuah peninggalan Sunan Kalijaga yang satu ini cukuplah unik karena terbuat dari kayu walikukun. Kayu Walikukun adalah kayunya Sunan Kalijaga. Tasbih Walikukun Kalijaga sendiri merupakan tasbih yang terbuat dari bahan Kayu Walikukun. Setelah terbentuk menjadi tasbih, Kang Masrukhan kemudian meritualkan tasbih ini secara khusus demi meningkatkan keberkahan dan tuah alaminya. Terutama keberkahan intuisi dan kecerdasan tingkat tinggi yang menjadikan Kayu Walikukun sering pula disebut sebagai Kayu Laduni.

TONGKAT KALIMASADA

Tongkat Kalimasada adalah tongkat kayu bertuah peninggalan Sunan Kalijaga yang banyak diburu oleh para pejabat dan penguasaha. Hal ini karena benda ini memancarkan tuah kepemimpinan dan kewibawaan tingkat tinggi. Terbuat dari bahan Kayu Kalimasada yang tuah atau manfaatnya sangat melegenda.

Menurut Sejarah, Kata Kalimasada secara garis besar dapat diartikan sebagai lima keutuhan yang harus selalu ada lima (Ka Lima = kelima, Sada = lidi/ tulang daun kelapa). Lima unsur ini adalah :

  1. Ka Donyan (Keduniawian), artinya manusia tidak layak mengutamakan hal yang bersifat duniawi. Dikejar boleh, tapi tidak perlu diutamakan
  2. Ka Hewanan (Kebinatangan), artinya manusia tidak boleh bertindak amoral seperti hewan
  3. Ka Robanan (Hawa Nafsu), artinya nafsu seorang manusia harus dikendalikan dan tidak boleh dipelihara
  4. Ka Setanan (Kesetanan), artinya manusia tidak boleh bertindak sesat seperti gengsi dan menyombongkan diri
  5. Ka Tuhanan (Ketuhanan), artinya Tuhan itu ada dan berkuasa, sekalipun tidak dapat diceritakan atau dilihat wujudnya oleh mata manusia.

RAJAH ASMAK KALIJAGA

Benda bertuah peninggalan Sunan Kalijaga ini berkhasiat untuk segala hajat yang ditulis berdasarkan ajaran Sunan Kalijaga. Misalnya untuk pengasihan umum dan pengasihan khusus, untuk kerezekian, untuk kesuksesan, untuk kekayaan, untuk kewibawaan, untuk pelarisan dan lain sebagainya.

Itulah 8 benda bertuah pusaka Sunan Kalijaga yang masih ada sampai sekarang. Jika Anda memang berminat untuk memilikinya, silahkan Anda bisa mendapatkannya dari seorang Pakar Ilmu Spiritual asal Kudus Jawa Tengah bernama Kang Masrukhan. Silahkan Klik Disini untuk mendapatkannya!

Demikian semoga bermanfaat, TERIMAKASIH.

983 total views, 1 views today