Benarkah Pedoman Hidup Miskin karena Meneladani Hidup Rasulullah?

546
Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib

Benarkah Pedoman Hidup Miskin karena Meneladani Hidup Rasulullah? – Membaca sekilas judul berita ini anda pasti terperanjat, benarkah demikian? Bagaimana bisa Rasulullah itu miskin sementara beliau memiliki istri lebih dari satu? Sementara beliau adalah pemimpin? Sementara beliau adalah pedagang yang memperistri janda kaya, “Khadijah”? Coba anda bandingkan, memilih hidup miskin dengan hidup miskin? Berbeda dan jangan salah arti. Rasulullah SAW memilih hidup sederhana tepatnya, bukan miskin. Andai kata beliau memiliki uang Satu Juta, beliau gunakan 100 ribu saja untuk hidup dan selebihnya 900 ribu beliau sumbangkan kepada fakir miskin dan anak yatim.

Banyak orang berpedoman “Saya miskin karena meneladani hidup Rasulullah SAW”. Ini salah kaprah. Sangat salah kaprah. Islam adalah agama kaya, islam sangat membenci kemiskinan dan Islam selalu menganjurkan seluruh umatnya untuk menjadi kaya dalam artian kaya yang penuh berkah. Umat Islam awam biasa menganggap bahwa kesalehan adalah karena kemiskinan. Halni sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin”. (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Jika diartikan secara harfiah memang berarti orang miskin yang kekurangan harta benda secara fisik / materi. Namun arti mendalam dari pada itu adalah sikap kerendahan hati, dimana orang miskin selalu erat kaitannya dengan sikap merendah, mana ada orang miskin yang sombong. Apa yang harus disombongkan?

Meneladani Hidup Rasulullah yang pernah menjadi Kaya, Sederhana dan Miskin

Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat muslim di dunia ini. Beliau adalah orang yang kaya raya, harta beliau amatlah banyak. Dari kekayaannya ini kita bisa belajar bahwa semua ini tidak diraih dengan warisan atau cara instan. Nabi Muhammad berjuang mendapatkan kekayaan dengan cara berdagang. Nah, teknik perdagangan beliau yang luar biasa inilah yang wajib kita teladani. Pedagang yang jujur, yang tidak banyak mengambil untung dan tidak mau mengurangi timbangan. Jika baik katakan baik dan jika tidak dikatakan tidak.

Kekayaan Nabi Muhammad ini digunakannya untuk menderma, membiayai kegiatan dakwah, membantu sesama, dan menyejahterakan kaum fakir. Bisnis yang semakin maju itu adalah buah dari sedekah yang rutin  beliau lakukan. Ringan tangan dalam membantu sesama adalah rahasia melancarkan bisnis beliau.

Sebagai teladan yang sederhana beliau mengajarkan pada kita bahwa kekayaan itu tak lantas membuat kita sombong. Hidup sederhana di tengah kekayaan yang dimiliki adalah cara hidup terbaik karena kekayaan kita bukanlah milik kita. Semua itu milik sesama, ada bagian milik orang lain dalam kekayaan yang kita miliki. Yaitu hak fakir miskin, anak terlantar dan yatim piatu.

Bahkan ketika beliau pernah hidup miskin di masa kecilnya beliau mengajarkan untuk bersabar, menjaga kehormatan untuk tidak meminta – minta dan berusaha untuk keluar dari jerat kemiskinan dengan cara yang baik, yaitu dengan usaha nyata dan usaha lahir.

Ingin tahu cara mencari keberkahan hidup, mudah mencapai kekayaan Ala Rasulullah SAW? YUK CEK DISINI!

Koleksi Benda Pusaka Hasil Penarikan Ghaib